Ahad 30 Nov 2025 09:56 WIB

Banjir di Padang Panjang Disebut Berbeda dari Tahun Lalu

Sekda tidak menyangka banjir bandang datang dari sebelah kiri.

Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA PADANG PANJANG -- Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra, mengungkapkan banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 berbeda. Ia membandingkannya dengan kejadian banjir bandang 12 Mei 2024.

"Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebetulnya yang diwaspadai masyarakat," kata Sonny, Ahad (30/11/2025).

Baca Juga

Menurut dia masyarakat tidak menyangka banjir bandang dan tanah longsor justru terjadi dari Sungai Aia Putiah yang berhulu dari pegunungan Bukik Tuih yang menghantam kawasan jembatan kembar serta menyapu permukiman penduduk. Ia menyebut banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan jembatan kembar merupakan peristiwa pertama di daerah itu.

"Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri," ujar dia.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menyelidiki atau mencari tahu penyebab banjir bandang tersebut. Namun, untuk saat ini fokus pemerintah bersama Tim SAR gabungan dan relawan adalah pada pencarian korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan penyintas banjir, serta perawatan korban selamat.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah Kota Padang Panjang Nurmiati Amin mengatakan pada awal kejadian sebanyak 40 orang dilaporkan hilang. "Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang harus dicari," sebutnya.

Di posko pengungsian tercatat 101 warga Padang Panjang ditambah 17 warga Kabupaten Tanah Datar yang masih mengungsi. Untuk pengobatan para penyintas pemerintah setempat menyiapkan dokter dan para medis agar penanganan bisa secepatnya dilakukan.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement