REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, pihaknya sedang menyiapkan pengembangan secara bertahap Stasiun Gambir. Stasiun Gambir akan menjadi kawasan transit oriented development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.
"Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi," ujar Bobby di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu. Stasium Gambir bakal menghubungkan kereta jarak jauh, KRL Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless.
Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di Jalan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional (Monas). Bobby mengatakan, penataan tata ruang luar gedung dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop.
Langkah itu guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota. Penataan dan pengembangan Stasiun Gambir merupakan saran dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.
Dalam masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi. Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat melayani 156.002 pelanggan kereta jarak jatuh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan kedatangan.