Jumat 29 Aug 2025 15:19 WIB

Keluarga Affan Kurniawan di Pemakaman: Dia Nggak Ikut Demo, Lagi Antar Paket

Driver ojol Affan Kurniawan meninggal ditabrak rantis Brimob Polri pada Kamis malam.

Rep: Mg160/ Red: Andri Saubani
Suasana pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Foto: Republika/Mg160
Suasana pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) memadati TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025), untuk mengantarkan Affan Kurniawan ke peristirahatan terakhirnya. Affan meninggal setelah ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025) malam.

Pantauan Republika, sejak pukul 09.39 WIB, area pemakaman sudah dipenuhi pelayat. Pihak kepolisian tiba di pemakaman sekitar pukul 09.40 WIB, dan disusul Anies Baswedan pada pukul 10.10 WIB.

Baca Juga

Jenazah Affan Kurniawan tiba di pemakaman pada pukul 10.11 WIB, diantar dan dikelilingi oleh rekan seperjuangannya. Tangis keluarga pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Ibunda Affan bahkan sempat pingsan dan tak sadarkan diri karena tak kuasa menahan duka.

Affan diketahui bukan peserta aksi demonstrasi. Dia sedang bekerja mengantar paket saat kerusuhan di daerah Pejompongan. Di situasi yang panik akibat gas air mata, Affan terjebak dan rantis Barracuda milik Brimob. Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong.

“Cita-citanya sederhana, pengin bahagiain orang tua. Dia enggak ikut demo, memang lagi antar paket,” kata Fachrudin, salah satu keluarga Affan.

photo
Fachrudin, salah satu keluarga Affan Kurniawan di pemakaman TPU Karet, Jumat (29/8/2025). - (Republika/Mg160)

Affan lahir di Lampung pada 2004. Dia hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 1 SMK karena terkendala biaya. Sejak itu, Affan bekerja sebagai driver ojol dan menjadi tulang punggung keluarga.

“Harapan saya ke depan mudah-mudahan aparat pemerintah sesuai dengan fungsinya. Memberikan keadilan yang se-adil-adilnya, itu yang pertama. Yang kedua, saya juga berharap kepada anak-anak ojol, rekan-rekan ojol tetap menjaga kondisi, karena perjuangan memang ini belum berakhir,” ucap Fachrudin.

Fachrudin juga mengaku tidak ada komunikasi terakhir yang berarti dengan Affan. Menurut penuturan dia, Affan hanya ingin membahagiakan keluarganya lantaran orang tuanya sudah tidak lagi bekerja. Dia menyebut Affan sudah 5-6 tahun menjadi driver ojol. Perjuangannya itu, juga untuk adik perempuannya.

“Membantu ekonomi keluarga, karena masih punya adik, namanya Bulan. Satu-satunya perempuan. Almarhum ini tengah-tengah nomor dua, tiga bersaudara,” jelas Fachrudin.

Fachrudin juga menjadi saksi bahwa Affan adalah seseorang yang sangat memperhatikan keluarganya. Menurut penuturannya, Affan tidak banyak bicara dan hal-hal yang dia inginkan misalnya, tidak pernah meminta, tetapi usaha sendiri.

“Pokoknya dia memperhatikan banget keluarga. Makanya kami merasa kehilangan. Kehilangan, benar-benar kehilangan,” tambahnya.

 

 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement