REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guna memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan sampah, Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta menggelar pelatihan integrasi digital berupa pemanfaatan aplikasi Bank Imam dalam pengelolaan sampah organik. Pelatihan bertema 'Integrasi Komposting dan Digitalisasi Aplikasi Bank Imam' tersebut, digelar di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Dalam kegiatan yang diikuti seluruh pengelola Bank Sampah Unit (BSU) se-Meruya Selatan itu, selain diperkenalkan tentang cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos, diberikan pula pelatihan pemanfaatan aplikasi ‘Bank Imam’ guna mencatat dan memantau hasil pengolahan sampah secara digital. Bank Sampah RPTRA Manunggal, Meruya Selatan terpilih menjadi bank sampah yang mendapatkan fasilitas komposting sehingga dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat.
Tim Pengabdian Masyarakat UMB memberi pelatihan tersebut dalam dua rangkaian, yaitu pada Juli 2025 dan Agustus 2025. Tim UMB diketuai Yulis Diana Alfia MSA Ak CPAI, dengan anggota Annisa Hakim Z SPd MSc, dan Dr Puji Rahayu, MKom, serta didukung enam mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan lingkungan. "Kami memastikan program ini menjadi langkah nyata yang berkelanjutan dalam mengurangi sampah dan menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Yulis.
Tujuan pelatihan, dijelaskan Yulis dalam keterangan pers UMB, Kamis (28/8), di Jakarta, tak lain memperluas pemahaman dan penerapan penggunaan aplikasi Bank Imam, sebuah aplikasi berbasis website mobile-friendly yang telah berjalan dan digunakan di wilayah Meruya Selatan sejak 2024 dalam pengelolaan bank sampah. Pada tahun 2025, fitur Bank Imam ditambah untuk pengelolaan data tabungan sampah organik dan komposting.
Lurah Meruya Selatan, Muhammad Guhfri Fatchani memberikan apresiasi atas kegiatan ini. “Terima kasih pada UMB yang menghadirkan program pengabdian masyarakat. Kali ini dengan fokus pada komposting, saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat berlanjut secara konsisten. Program semacam ini sangat membantu warga, baik dalam meningkatkan ekonomi keluarga maupun dalam mengurangi volume sampah di lingkungan,” ujarnya.
Warga dan pengelola bank sampah pun memberi respons positif. Anton, salah satu pengelola BSU menilai keberadaan aplikasi Bank Imam mempermudah proses pencatatan dan monitoring pengelolaan sampah. Penerapan komposting sampah organik rumah tangga pada BSU RPTRA Manunggal, kata Anton, menjadi bukti nyata sampah organik dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan bernilai ekonomi.