REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku pegal-pegal saat menulis sendiri nota pembelaan atau pleidoi sebanyak 108 halaman. Hasto mengeklaim pleidoi itu ditulis dengan tangannya sendiri sehingga membuatnya lelah.
Hal itu disampaikan Hasto saat sidang pembacaan pleidoi pada Kamis (10/7/2025) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hasto terjerat kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku dan perintangan penyidikan.
"Ini adalah pleidoi yang saya tulis tangan sendiri, sampai pegal pegal," kata Hasto.
Hasto meyakini pleidoinya bakal menjadi titik terang dalam kasus hukum yang menimpanya. "Ini akan mengungkapkan suatu perjuangan di dalam mendapatkan keadilan berdasarkan kebenaran," ujar Hasto.
Hasto menyentil adanya rekayasa hukum atas perkaranya. Hal itu merupakan hasil perenungannya selama ditahan KPK.
"Dan kebenaran di dalamnya juga terungkap seluruh rekayasa hukum yang terjadi dan juga persepektif keadilan dalam makna ideologis dan historis, yang telah saya renungkan dan tulis di Rutan Merah Putih tersebut," ucap Hasto.
View this post on InstagramBaca Juga
Berita TerkaitBerita LainnyaTerpopulerRekomendasi
Selasa , 11 Aug 2026, 07:59 WIB![]()
Polda Jateng Siap Bantu Ekshumasi Jenazah Sutrimo
Selasa , 11 Aug 2026, 07:30 WIBRatusan Triliun Utang Agrinas
Selasa , 11 Aug 2026, 07:27 WIBFatwa dan Hukum Nasional: Mencari Titik Temu
Selasa , 11 Aug 2026, 07:25 WIBEmpati Nakes Terhadap Penderitaan Pasien BPJS
Selasa , 11 Aug 2026, 07:12 WIBDPR Dorong Integrasi Data Kependudukan Atasi Inclusion dan Exclusion Error




