Selasa 01 Apr 2025 18:34 WIB

Myanmar Minta Pertolongan Bencana, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusian

Tim bantuan kemanusian Indonesia sudah diputuskan bersama BNPB.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Muhammad Hafil
Petugas mengangkat bantuan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/3/2025). Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada rakyat Myanmar yang terdampak bencana gempa yang akan diberangkatkan hari ini sekitar 12 ton berupa tenda, makanan, selimut, dan 39 personel yang bertugas untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kedatangan bantuan tambahan yang lebih banyak pada tanggal 3 April 2025.
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Petugas mengangkat bantuan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/3/2025). Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada rakyat Myanmar yang terdampak bencana gempa yang akan diberangkatkan hari ini sekitar 12 ton berupa tenda, makanan, selimut, dan 39 personel yang bertugas untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kedatangan bantuan tambahan yang lebih banyak pada tanggal 3 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengerahkan bantuan kemanusian ke Myanmar menyusul status darurat bencana nasional di negara tersebut, Selasa (1/4/2025). Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia mengerahkan 73 personel SAR, dan ribuan paket bantuan untuk masyarakat korban bencana gempa 7,7 SR yang mengguncang negara junta tersebut, pada Jumat (28/3/2025). Sedikitnya 2.500 orang meninggal dunia dalam bencana gempa tersebut.  

Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) Suharyanto menerangkan, pengerahan bantuan kemanusian ke Myanmar tersebut setelah pemerintahan di Naypyidaw menyampaikan langsung otoritas Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia di Jakarta. “Kita (Indonesia) bergerak atas permintaan negara Myanmar,” begitu ujar Suharyanto dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (1/4/2025).

Baca Juga

Kata dia tim bantuan kemanusian Indonesia sudah diputuskan bersama BNPB, Kemenlu, serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), juga Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak Ahad (30/3/2025). 

Pada Selasa (1/4/2025) sebanyak 73 personel SAR Indonesia diberangkatkan melalui Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur (Jaktim). “Untuk sementara waktu tim USAR (Urban Search dan Rescue) akan bertugas selama dua pekan di sana (Myanmar) dan bisa menyesuaikan jika masih dibutuhkan,” kata Letjen Suharyanto. Selain bantuan tim khusus evakuasi, dalam misi kemanusian tersebut TNI juga turut mengerahkan armada kesehatan, serta tim medis, termasuk dokter umum, juga spesialis.

“Juga turut serta membawa obat-obatan,” kata Letjen Suharyanto. Adapun logistik yang turut dibawa dalam misi kemanusian tersebut, berupa 1.300 pouch biskuit protesin, serta 500 paket makanan siap santap. Serta 700 pakain dan selimur. Dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) turut berpartisipasi dalam pemberian 20 set tenda pengungsi, sarung sebanyak 1.000 lembar, dan mi instan sebanyak 100 dus. “Dan Badan SAR Nasional (Basarnas) mengirimkan satu unit truk dengan dua unit genset,” begitu sambung Letjen Suharyanto.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 SR mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Laporan sementara mencatat lebih dari 2 ribu orang meninggal dunia akibat guncangan bumi itu. Pemerintah Myanmar, menyatakan status darurat nasional menyusul peristiwa tersebut. Hingga kini proses evakuasi skala internasional masih terus dilakukan. Dan catatan korban jiwa juga diyakini terus bertambah.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement