Selasa 25 Mar 2025 02:44 WIB

Pupuk Petroganik Terbukti Tingkatkan Produksi Panen Padi di Blora

Dari 6,5 ton per hektare, setelah pakai pupuk Petroganik menjadi 7,4 ton per hektare.

Pelaksanaan panen raya pupuk Petroganik bersama mitra Produksi CV Rimba Jaya di Kabupaten Blora dan meresmikan kampung perlindungan organik minim residu di Kabupaten Wonogiri.
Foto: Republika.co.id
Pelaksanaan panen raya pupuk Petroganik bersama mitra Produksi CV Rimba Jaya di Kabupaten Blora dan meresmikan kampung perlindungan organik minim residu di Kabupaten Wonogiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Mitra Produksi Pupuk Organik (Himpo) Indonesia, berhasil menyukseskan dua agenda besar, yakni panen raya pupuk Petroganik bersama mitra Produksi CV Rimba Jaya di Kabupaten Blora dan meresmikan kampung perlindungan organik minim residu di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan itu bertujuan  mewujudkan pertanian yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Kegiatan Panen Raya Pupuk Petroganik dihadiri oleh Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Jekvy Hendra, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahtudi Saleh, dan Bupati Blora Arief Rohman. Direktur Pupuk Kementan Jekvy Hendra mengapresiasi peran Himpo Indonesia dan seluruh stakeholder terkait, karena menjadi pelopor produksi pupuk organik, terutama di Kabupaten Blora.

Baca Juga

Diam enilai, penggunaan Pupuk Petroganik pada dasarnya tidak menghilangkan penggunaan pupuk kimia yang sudah ada, tetapi lebih kepada konsep pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik dan pupuk kimia. Sehingga hal tersebut dapat memperbaiki struktur biologi, kimia, dan fisik tanah.

"Data terbaru di Kabupaten Blora berhasil melakukan penyerapan yang cukup tinggi untuk pupuk Petroganik dan menjadi salah satu tertinggi yang ada di Indonesia. Semangat ini yang harus kita pupuk," ucap Jekvy di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahtudi Saleh ikut mendukung kegiatan demplot Himpor Indonesia, sebagai percontohan bagi petani. Pasalnya, kombinasi penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia dan organik dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas hasil pertanian.

"Penggunaan Petroganik dengan dosis 500 kilogram per hektare, kondisi pertanaman terlihat cukup bagus. Diharapkan sistem budidaya demplot ini dapat diduplikasikan oleh petani lain di Kabupaten Blora sehingga penggunaan Petroganik yang konsisten dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional," ucap Tri.

Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan, pihaknya bertekad akan menjadikan Blora sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah. "Semoga petani yang menggunakan Petroganik nanti semakin banyak lagi. Karena hasilnya bagus, kami minta Dinas Pertanian bersama jajaran untuk mengembangkan penggunaan produk yang bagus ini," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement