Ahad 02 Mar 2025 04:31 WIB

PTPN IV PalmCo Bantu Pengentasan Stunting 1.344 Anak di Enam Propinsi

Setiap industri memerlukan sumber daya manusia yang unggul.

Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, melanjutkan Program Pengentasan Stunting secara serentak di tujuh regional.
Foto: Holding Perkebunan
Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, melanjutkan Program Pengentasan Stunting secara serentak di tujuh regional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, melanjutkan Program Pengentasan Stunting secara serentak di tujuh regional. Sebanyak 1.344 anak mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan yang didistribusikan di enam Provinsi di Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menyebutkan total anak yang menerima bantuan dari Program Pengentasan Stunting bertambah dari tahun lalu. “Setelah tahun lalu menjadi Bapak Asuh bagi lebih dari 1.100 anak stunting, maka di hari ini Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) kita

Baca Juga

luncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi di mana PalmCo beroperasi, dengan total 1.344 anak penerima,” ungkap Jatmiko yang hadir dalam acara yang dilaksanakan di PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara Kebun Sawit Seberang.

Di Langkat Sumatera Utara, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kodam I/Bukit Barisan, serta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, peluncuran program dihadiri lebih dari 500 ibu dan anak. Untuk itu Jatmiko mengapresiasi dukungan para pihak yang menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Jatmiko mengatakan Program Pengentasan Stunting merupakan agenda rutin PTPN IV PalmCo yang digelar setiap tahun dan ini menjadi perhatian tersendiri bagi perusahaan. Menurutnya setiap industri memerlukan sumber daya manusia yang unggul supaya dapat bersaing di level nasional dan global. Maka sangat penting bagi dunia usaha untuk turut terlibat dalam upaya pengentasan stunting. "PalmCo selaku BUMN sangat serius dalam hal ini,” ujar dia.

Dengan sumber daya yang ada di perusahaan, PalmCo saat ini mampu menekan stunting yang terjadi di lingkungannya. Dari 21.775 anak yang ada di lingkungan perusahaan, hanya 0,6 persen atau 132 anak saja yang perlu intervensi stunting. Ia ingin keberhasilan ini diperluas.

Untuk itu, kemitraan strategis dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan untu mengakselerasi pencegahan dan penanggulangan stunting, untuk mewujudkan astacita dan Indonesia Emas 2045. “Alhamdulillah PalmCo zero stunting," katanya bersyukur.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen Rio Firdianto, mengaku siap mendistribusikan PMT Pemulihan PalmCo selama tiga bulan ke depan. Menurutnya menekan prevalensi stunting merupakan kewajiban bersama. "Kami siap menjalankan segala upaya mewujudkan penurunan prevalensi 1,85 persen per tahun," ujarnya.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami balita sehingga mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standar. Gangguan ini berdampak jangka pendek maupun jangka panjang. Selain permasalahan ekonomi, faktor pendidikan juga mengambil porsi besar dalam permasalahan ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement