Jumat 27 Dec 2024 19:13 WIB

Polda Kalimantan Utara Musnahkan Senjata Adat Dayak, ini Nilai Dibalik Senjata Tersebut

Polda Kaltara musnahkan senjata rakitan dari tokoh masyarakat Dayak.

Warga menunjukkan Dohong atau senjata belati tradisional tertua suku Dayak.
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Warga menunjukkan Dohong atau senjata belati tradisional tertua suku Dayak.

REPUBLIKA.CO.ID,  TARAKAN -- Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Hary Sudwijanto memimpin pemusnahan senjata api rakitan yang diserahkan oleh tokoh Dayak. "Senjata api rakitan jenis penabur ini memiliki nilai historis dan simbolis yang mendalam bagi masyarakat adat Dayak," kata Hary di Mapolda Kaltara di Bulungan, Jumat.

Kapolda mengungkapkan bahwa senjata ini bukan sekadar alat berburu atau berladang, tetapi juga bagian dari tradisi turun-temurun yang digunakan dalam prosesi adat, seperti mas kawin dalam pernikahan.

Baca Juga

"Namun, langkah yang diambil oleh masyarakat adat ini menunjukkan tanggung jawab besar dalam mendukung keamanan bersama," kata Hary.

Kapolda Kaltara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat adat yang telah menyerahkan senjata api rakitan ini. "Saya mengapresiasi kesadaran dan kerjasama yang luar biasa dari masyarakat adat Dayak. Langkah ini tidak hanya mendukung upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga mencegah potensi kecelakaan yang bisa terjadi dalam penggunaan senjata api rakitan," tegasnya.

Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan kedamaian yang telah terjalin.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement