Kamis 25 Jul 2024 08:31 WIB

Menteri Israel Ini Sebut Zionis Diam-Diam Izinkan Yahudi Ibadah di Al-Aqsa

Zionis meyakini bahwa Kompleks Al Aqsa merupakan bagian situs kuno Yahudi.

Menteri Keamanan Israel Ben Gvir
Foto: Itamar Ben Gvir
Menteri Keamanan Israel Ben Gvir

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir tak henti-hentinya membuat pernyataan kontroversial. Ia mengatakan pada Rabu (25/7/2024) bahwa ibadah Yahudi 'diizinkan' di Masjid Al-Aqsa.

Berbicara pada konferensi di parlemen Israel bertajuk 'Kembalinya Israel ke Bukit Bait Suci", yang mengacu pada nama Yahudi untuk situs suci tersebut, Ben Gvir mengatakan bahwa persepsi bahwa 'kepemimpinan politik' Israel menentang perubahan status quo di situs tersebut tidaklah akurat.

Baca Juga

“Temple Mount sedang mengalami perubahan. Kita semua memahami apa yang saya bicarakan – apa yang perlu diucapkan secara diam-diam akan dilakukan secara diam-diam. Saya berada di Temple Mount (Kompleks Al-Aqsa). Saya berdoa di Temple Mount,” katanya kepada para hadirin.

"Mereka selalu mengatakan kepada saya bahwa 'kepemimpinan politik' menentang hal itu. Saya adalah pemimpin politik. Dan kepemimpinan politik mengizinkan ibadah orang Yahudi di Bukit Bait Suci."

Berdasarkan ketentuan status quo di Yerusalem menyatakan bahwa Yahudi dilarang beribadat di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.  

Keyakinan Yahudi

Selama ini situs Al-Aqsha diyakini Israel sebagai lokasi dua kuil Yahudi kuno. Orang Yahudi diizinkan untuk berdoa di Tembok Barat, yang membentang di sepanjang salah satu sisi bukit dan dianggap sebagai bagian terakhir dari Kuil Yahudi Kedua yang dihancurkan Romawi pada tahun 70 M.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement