Senin 20 May 2024 15:40 WIB

Jelang Musim Kemarau, Warga Diimbau tak Bakar Sampah Cegah Kebakaran

Masyarakat diimbau mengubah kebiasaan dengan tidak membakar sampah.

Sampah terbakar (ilustrasi). BPBD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat agar tidak membakar sampah rumah tangga menjelang musim kemarau untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sampah terbakar (ilustrasi). BPBD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat agar tidak membakar sampah rumah tangga menjelang musim kemarau untuk mencegah terjadinya kebakaran.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat agar tidak membakar sampah rumah tangga menjelang musim kemarau. Hal ini dinilai penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang diakibatkan oleh aktivitas tersebut.

"Jangan buang sampah sembarangan atau bakar sampah sembarangan. Masyarakat harus bijak mengelola sampah, secara ramah lingkungan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Kabupaten Bandung, Senin (20/5/2024).

Baca Juga

Menurut dia, masyarakat perlu mengubah kebiasaan dengan tidak membakar sampah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik. “Apalagi pada musim kemarau tumpukan sampah rawan terjadi kebakaran. Sampah rumah tangga, khususnya sampah organik bisa digunakan untuk pupuk organik tanaman," katanya.

Uka juga mengimbau masyarakat dalam menghadapi musim kemarau ini untuk menghemat penggunaan air bersih yang biasa digunakan sehari-hari. "Dengan harapkan persediaan air bersih bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama," katanya.

 

Untuk menghadapi musim kemarau ini, kata dia, BPBD Kabupaten Bandung akan melaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai unsur dan menyiagakan personel serta menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. "Di antaranya rapat koordinasi dengan PDAM, PMI, Disperkintan, DPUTR, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dispakan, Badan Kesbangpol, termasuk dengan para camat dan kepala desa, serta pihak lainnya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan para relawan yang ada di masing-masing desa dan kelurahan untuk mendapatkan informasi dan respons cepat dalam setiap kemungkinan kejadian yang tidak diharapkan. “Kita juga berharap respons cepat dari desa maupun kecamatan dalam setiap melaporkan situasi dan kondisi kejadian. Misalnya terjadi kekeringan atau kebakaran," kata dia.

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement