Selasa 30 Apr 2024 13:04 WIB

Panglima TNI Sebut Kopassus Harus Tingkatkan SDM dan Teknologi Alutsista

Dirgahayu Komando Pasukan Khusus, berani benar berhasil.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Prajurit Kopassus TNI AD.
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Prajurit Kopassus TNI AD.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto mengatakan, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) harus meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) dan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) guna memperkuat pertahanan.

"Modernisasi Kopassus ke depan akan dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia(SDM) dan dukungan alutsista yang moderen," kata Agus saat berpidato dalam upacara perayaan HUT ke-72 Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2024).

Baca: HUT ke-72 Kopassus, Dirgahayu Komando!

Agus menilai, peningkatan teknologi alutsista harus dilakukan guna memastikan alat perang yang dimiliki Kopassus tidak kalah bersaing dengan negara lain. Peningkatan teknologi itu bisa dilakukan dengan melakukan terobosan dan inovasi teknologi baru di bidang alutsista.

Tidak hanya itu, menurut Agus, kemajuan teknologi juga harus dibarengi dengan kualitas SDM yang tinggi. Dengan demikian, teknologi alutsista tersebut bisa digunakan dengan maksimal oleh para prajurit yang memiliki kemampuan teknis dan taktik di atas rata-rata.

Baca: Prajurit Kopasgat Gagalkan Tawuran Anak Sekolah dan Geng Motor

Dengan meningkatnya dua unsur itu, Agus yakin, Kopassus akan lebih maksimal menjalankan misi kenegaraan demi menjaga keutuhan NKRI. "Sekali lagi saya ucapkan dirgahayu Komando Pasukan Khusus, berani benar berhasil, lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga. Komando," kata eks KSAD tersebut.

Hari lahir Kopassus jatuh pada 16 April 1952. Namun, upacara peringatan baru dilakukan hari ini lantaran pada 16 April 2024, masih momen cuti bersama Lebaran.

Sejarah pembentukan Kopassus bermula dari adanya peristiwa pemberontakan yang dilakukan kelompok bernama Republik Maluku Selatan (RMS) tahun 1950. Kelompok ini pun berhasil ditumpas oleh pasukan yang dikerahkan Panglima Teritorium III Kolonel AE Kawilarang.

Baca: Fincantieri Ungkap Nilai Kontrak Pembelian Dua FREMM Rp 20,53 Triliun

Namun, operasi menumpas RMS memakan cukup banyak korban dari TNI. Padahal, RMS memiliki kekuatan militer yang jauh lebih kecil daripada prajurit TNI. Hal itu yang menyadarkan TNI bahwa strategi perang, taktik, dan keahlian perorangan yang mumpuni penting untuk melakukan serangan yang efektif dan efisien.

Peristiwa itu yang mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk membentuk pasukan khusus yang memiliki keahlian taktik perang tinggi serta personel dengan kemampuan di atas rata-rata. Gagasan itu disambut oleh Kolonel AE Kawilarang sehingga terbentuk Kesatuan Komando Teritorium III pada 16 April 1952, yang menjadi cikal-bakal Kopassus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement