Ahad 14 Apr 2024 17:52 WIB

Begini Kronologi Baku Hantam Brimob Versus TNI AL di Pelabuhan Sorong

Prajurit Brimob dan Polisi Militer Angkatan Laut adu pukul di Pelabuhan Sorong.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Erik Purnama Putra
Personel Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) di Pelabuhan Sorong berdarah.
Foto: Tangkapan layar
Personel Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) di Pelabuhan Sorong berdarah.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Baku pukul sesama aparat keamanan bersenjata terjadi di Pelabuhan Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Ahad (14/4/2024) pagi WIT. Peristiwa itu melibatkan satuan personel Brigade Mobil (Brimob) Polri dan prajurit Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Lima orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka usai perkelahian massal sesama anggota keamanan tersebut. Dari laporan yang diterima Republika.co.id, perkelahian itu terjadi pada Ahad sekitar pukul 09.30 WIT.

Baca Juga

Peristiwa itu dipicu dari Kapal Sinabung yang sandar di Pelabuhan Sorong. Pada saat kapal rapat dermaga, satuan Pomal menjalankan tugasnya melakukan pengamanan area pelabuhan. Saat itu juga, seorang mengaku sebagai anggota Brimob minta izin ke prajurit Pomal untuk masuk ke dalam kapal.

"Anggota Brimob tersebut tidak mengenakan pakain dinas ketika hendak masuk ke kapal," begitu dalam laporan yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Ahad.

Anggota Brimob itu juga meminta izin kepada personel Pomal yang sedang jaga, untuk menaikkan keluarganya lebih awal dari yang lain. Izin tersebut akhirnya diberikan.

"Setelah anggota Brimob menaikkan keluarganya, dia meminta izin kembali. Namun ditegur oleh anggota Pomal yang berjaga. Dan akhirnya terjadi salah paham. Dan anggota Brimob memukul anggota Pomal," begitu dalam laporan tersebut.

Tak terima dipukul, prajurit Pomal membalas pukulan personel Brimob. Setelah pukul-pukulan satu lawan satu, anggota Brimob pun mundur. "Lalu menghubungi teman-temannya untuk datang ke pelabuhan," begitu dalam laporan.

Tak lama, sekelompok personel Brimob pun menyatroni Pelabuhan Sorong. "Ada sekitar 15 orang anggota Brimob datang dan mencoba masuk ke dalam terminal penumpang," demikian isi laporan tersebut.

Setelah mereka berhasil menerobos masuk ke ruang tunggu penumpang, para personel Pomal meladeni dengan perkelahian. "Akhirnya terjadi perkelahian antara anggota Brimob dengan anggota TNI AL," begitu menurut laporan itu.

Dalam rekaman video yang didapatkan Republika.co.id, perkelahian tersebut membuat para warga, dan penumpang yang menunggu kapal lari ketakutan. Perkelahian bukan cuma terjadi di ruang tunggu penumpang, tetapi melebar ke kawasan dalam Pelabuhan Sorong.

Sejumlah anggota Brimob dengan seragam, terlibat kelahi dengan menendangi seorang prajurit berpakain loreng TNI AL. Situasi tersebut, menurut laporan kepolisian sempat mendesak personel Polsek Pelabuhan turun tangan.

"Tetapi anggota Polsek Pelabuhan tidak bisa melerai dan memilih mundur," begitu sambung laporan tersebut. Direktur Polair, Danyon Marinir, bersama Danyon B Brimob, serta Danden Pomal Lantamal Sorong bersama-sama Kapolsek Pelabuhan sempat turun langsung ke lokasi perkelahian untuk melerai.

Tetapi, perkelahian bukannya berhenti, malah berlanjut. Kali ini, gantian TNI AL yang menyerang polisi berseragam.

"Pada saat situasi sudah mulai tentang, tiba-tiba ada anggota Samapta yang dikeroyok oleh anggota TNI AL. Dan pada saat ada anggota kepolisian yang melerai, tiba-tiba anggota TNI AL lainnya langsung melakukan pemukulan kepada anggota kepolisian yang ada di sekitar pintu terminal penumpang yang mengakibatkan banyak anggota kepolisian yang jadi korban dan mengalami luka-luka di bagian kepala,” begitu dalam laporan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Ongky Isgunawan membenarkan kejadian perkelahian tersebut. Namun kata dia, kepolisian belum dapat menyampaikan resmi perihal kejadian tersebut.

"Maaf kami belum bisa sampaikan, karena masih proses pendalaman dan koordinasi. Nanti kami sampaikan kalau sudah ada hasil resmi," kata Ongky saat dihubungi Republika.co.id, Ahad.

Baca: Pangkostrad Berterima Kasih kepada Prajurit yang Terkena Luka Tempur

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen R Nugraha Gumiliar, pihaknya menerima laporan insiden itu terjadi akibat salah paham. "Penyebabnya hanya terjadi kesalahpahaman antara anggota Brimob yang ditegur oleh anggota AL," kata Nugraha kepada Republika.co.id.

Dari laporan yang dia terima, perkelahian itu berawal dari adanya anggota Brimob yang ditegur oleh prajurit Pomal dari Marhanlan XIV/Sorong yang melakukan pengamanan di objek vital tersebut. Namun, karena tidak terima, kedua belah pihak akhirnya berkelahi sampai berdarah.

Lima terluka...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement