Jumat 05 Apr 2024 14:48 WIB

Polisi Amankan 7 Remaja yang Konvoi Sambil Nyalakan Kembang Api di Yogyakarta

Aksi remaja konvoi sambil nyalakan kembang api dinilai resahkan masyarakat.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agus raharjo
Garis Polisi   (Ilustrasi)
Foto: Arief Priyono/Antara
Garis Polisi (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Remaja yang melakukan konvoi menggunakan sepeda motor sambil menyalakan kembang api sudah ditemukan beberapa kali di DIY, termasuk di Kota Yogyakarta selama Ramadhan 2024 ini. Bahkan, tujuh remaja diamankan polisi karena melakukan kegiatan tersebut, Kamis (4/4/2024) malam. 

Kabag Ops Polresta Yogyakarta, Kompol Mega Tetuko mengatakan, aksi konvoi sambil menyalakan kembang api tersebut dilakukan di Simpang Empat Warungboto, Kota Yogyakarta. Petugas yang tengah melakukan patroli langsung mengamankan ketujuh remaja tersebut. 

Baca Juga

“Tidak menutup kemungkinan bahwa tindakan yang mereka lakukan akan menimbulkan citra negatif terhadap Kota Yogyakarta,” kata Mega, Jumat (5/4/2024). 

Mega menuturkan bahwa tujuh remaja tersebut berinisial OD, JP, JC, LA, TW, NY, dan RZ. Seluruh remaja itu diamankan karena aksinya yang meresahkan masyarakat dan membahayakan pengendara lain. 

“Awalnya mereka melakukan pertandingan sepak bola di lapangan Karang Kotagede. Karena timnya menang, mereka melakukan konvoi dengan lima sepeda motor sambil menyalakan kembang api,” ucap Mega. 

Saat ini ketujuh remaja itu masih berada di Polsek Umbulharjo untuk dimintai keterangan. Mega menegaskan, pihaknya memberikan sanksi untuk efek jera berupa pembinaan kepada remaja-remaja tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya. 

“Kami juga memberikan pemahaman bahwa tindakan itu menimbulkan keresahan masyarakat, serta membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya. 

Mega pun mengimbau agar orang tua lebih memperhatikan dan mengarahkan anak-anaknya yang sudah menginjak remaja agar tidak melakukan kegiatan yang dapat meresahkan masyarakat. Selain itu, ia juga berharap masyarakat turut menjaga kondusifitas di Kota Yogyakarta, dan melaporkan ke petugas jika melihat aktivitas yang meresahkan masyarakat. 

“Lebih baik waktunya dipergunakan hal-hal yang positif apalagi ini bulan puasa,” kata Mega.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement