Selasa 02 Apr 2024 08:10 WIB

Pelaku Pengibaran Bendera GAM di Aceh Minta Maaf Setelah Viral dan Tertangkap

Motif pelaku kibarkan bendera GAM akibat emosi sesaat

Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Motif pelaku kibarkan bendera GAM akibat emosi sesaat
Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Motif pelaku kibarkan bendera GAM akibat emosi sesaat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH— Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menyatakan pelaku pengibaran bendera bulan bintang, simbol Gerakan Aceh Merdeka, di pagar Polsek Samalanga, Polres Bireuen, menyampaikan permintaan maaf.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Ade Harianto di Banda Aceh, Senin (1/3/2024), mengatakan para pelaku berinisial NN, YI, MR, dan MN, warga di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Baca Juga

"Para pelaku telah mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas apa yang mereka lakukan hingga membuat gaduh," kata Ade Harianto menyebutkan.

Sebelumnya, para pelaku mengibarkan bulan bintang, bendera yang mirip dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di pagar Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Samalanga, Jumat (29/3).

Perwira menengah Polda Aceh itu menyebutkan para pelaku mengakui bahwa motif dari pengibaran bendera bulan bintang tersebut karena emosi sesaat akibat kesalahpahaman terhadap penanganan perkara di Polsek Samalanga yang melibatkan keluarga mereka.

"Para pelaku mengaku memasang dan mengibarkan bendera itu karena emosi sesaat. Diwakili satu orang, mereka sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi," ujar Ade Harianto.

Atas kejadian tersebut, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, para pelaku merasa menyesal atas kegaduhan yang ditimbulkan. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dan akan menjaga ketertiban, khususnya di Kabupaten Bireuen.

Ade Harianto menegaskan kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di mana pun dan kapan pun. Oleh karena itu, pentingnya komunikasi yang baik antara para pihak, sehingga tidak timbul kesalahpahaman.

"Komunikasi antara para pihak itu penting dalam setiap permasalahan, agar tidak timbul kesalahpahaman hingga menimbulkan pidana," kata Ade Harianto.

Ade Harianto mengimbau semua pihak menjaga situasi Aceh agar tetap kondusif. Apalagi Aceh akan menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Nasional pada September 2024.

Selain itu, masyarakat Aceh juga akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar serentak di seluruh Indonesia dalam tahun ini juga.

"Situasi kondusif menjadi modal bagi Aceh melaksanakan PON dan pilkada serentak. Serta modal dasar bagi investor untuk berinvestasi. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibas yang kondusif di Aceh," kata Ade Harianto.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement