Ahad 17 Mar 2024 20:06 WIB

20 Kelurahan di Palangka Raya Terdampak Banjir Luapan Sungai

Dari 20 kelurahan, ada 32.304 warga terdampak banjir di Palangka Raya.

Seorang warga mengendarai sepeda melewati banjir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ilustrasi). Ada 20 kelurahan di Palangka Raya yang terdampak banjir luapan sungai.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Seorang warga mengendarai sepeda melewati banjir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ilustrasi). Ada 20 kelurahan di Palangka Raya yang terdampak banjir luapan sungai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 20 kelurahan di Kota Palangka Raya, Kalimantan tengah terdampak banjir luapan sungai besar yang melintasi wilayah setempat. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, 20 kelurahan itu tersebar di empat kecamatan di Kota Palangka Raya.

Dia menyebutkan sebanyak 20 kelurahan yang terdampak banjir itu terdiri atas lima kelurahan di Kecamatan Pahandut, tiga kelurahan di Kecamatan Jekan Raya, tujuh kelurahan di Kecamatan Sabangau, dan lima kelurahan di Kecamatan Bukit Batu.

Baca Juga

"Dari 20 kelurahan itu ada 32.304 warga terdampak banjir. Mereka berasal dari 9.301 kepala keluarga. Selain itu, banjir luapan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan juga berdampak pada 5.358 rumah," kata Budi, Ahad (17/3/2024).

Menurut dia, dampak yang ditimbulkan ada yang berkategori ringan sehingga masih dapat dihuni hingga rumah tak dapat dihuni karena terendam banjir. "Dari seluruh korban banjir, tercatat 631 warga yang berasal dari 252 kepala keluarga masih berada di pengungsian. Sisanya masih bertahan di rumah atau tinggal sementara di rumah kerabat," kata Budi.

Saat ini Pemkot Palangka Raya didukung berbagai pihak terkait juga telah menyiapkan enam posko pengungsian yang berada di wilayah Kelurahan Pahandut, Kelurahan Langkai, Kelurahan Kalampangan, Kelurahan Petuk Katimpun, Kelurahan Palangka, dan Kelurahan Marang.

"Selain memenuhi kebutuhan para pengungsi, kami juga terus melakukan pemantauan, sosialisasi, dan edukasi kesiapan masyarakat dalam menghadapi banjir," katanya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan perpanjangan status tanggap darurat banjir yang sebelumnya ditetapkan hingga 18 Maret 2024. "Kemarin tanggap darurat kami tetapkan hingga 18 Maret 2024. Karena potensi bulan Maret ini curah hujan masih tinggi, maka status sangat memungkinkan diperpanjang," kata Hera.

Ia mengatakan, pada April kemungkinan masih akan menghadapi curah hujan yang tinggi. Karena itu, perpanjangan status tanggap darurat banjir menjadi opsi yang cukup mungkin untuk dipertimbangkan.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkait perpanjangan status tanggap darurat banjir ini. “Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan bagi Masyarakat yang terdampak banjir,” katadia.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement