Senin 11 Mar 2024 13:55 WIB

Jatim Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Selama Ramadhan dan Idul Fitri

Pemprov Jatim siapkan strategi untuk mengendalikan inflasi selama Ramadhan-Idul Fitri

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bilal Ramadhan
Inflasi, ilustrasi. Pemprov Jatim siapkan strategi untuk mengendalikan inflasi selama Ramadhan-Idul Fitri.
Foto: Pengertian-Definisi.Blogspot.com
Inflasi, ilustrasi. Pemprov Jatim siapkan strategi untuk mengendalikan inflasi selama Ramadhan-Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur merumuskan strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1445 H. Adhy menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi Jatim per Februari 2024 masih di angka 2,81 persen (YoY).

"Faktor dominan penyumbang inflasi masih dikarenakan kenaikan harga pangan seperti beras, cabai, bawang putih, telur ayam ras, dan daging ayam ras," kata Adhy, Senin (11/3/2024).

Baca Juga

Adhy memastikan, pihaknya bakal berupaya melakukan pengendalian inflasi termasuk menekan harga pangan saat Ramadan dan Idul Fitri. Adhy juga meminta komitmen penuh TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota se-Jatim untuk bersama-sama dan bersinergi dalam mengendalikan inflasi tersebut.

"TPID bersama BI telah mencanangkan Program Sigati (Sinergitas Gapai Inflasi Terkendali) yang merupakan penajaman strategi 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," ujarnya.

Adhy menjelaskan, strategi keterjangkauan harga dilakukan melalui operasi pasar murah, gerakan pangan murah, warung tekan inflasi, intensifikasi penyebaran bahan pangan, dan program SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan).

Kemudian strategi ketersediaan pasokan dicapai dengan melaksanakan Sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan stok barang hingga penguatan kelembagaan produsen.

"Salah satu bentuk penguatan tersebut dengan skema korporasi petani. Penguatan produsen ini juga dimaksudkan untuk memastikan kebutuhan pangan Jatim terpenuhi terlebih dahulu baru didistribusikan ke daerah lain. Sebab, Jatim merupakan lumbung pangan yang menjadi tumpuan bagi 16 provinsi lainnya," ujarnya.

Strategi selanjutnya ialah memastikan kelancaran distribusi dengan cara mengoptimalkan kerja sama intra provinsi dan memberi bantuan angkutan bahan pangan strategis. Serta yang terakhir ialah komunikasi efektif dengan cara mengendalikan ekspektasi inflasi dan mencegah asimetri informasi di masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Erwin Gunawan Hutapea menegaskan komitmen pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/ kota, dan seluruh stakeholder termasuk Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi. Erwin mengatakan, ada satu komitmen yang disebut dengan Jatim Sigati. Yaitu sinergi untuk menggapai inflasi terkendali.

"Esensinya adalah bagian dari strategi 4K yang merupakan sebuah gerakan secara nasional di seluruh provinsi yang mencakup dengan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan juga memberikan komunikasi kepada masyarakat," kata dia.

Khusus di Jawa Timur, kata Erwin, ada beberapa program turunan dari Program 4K tersebut. Mulai dengan stabilisasi melalui operasi pasar, gelar pangan murah, dan juga SPHP.

Kemudian menjaga kelancaran distribusi, tidak hanya orang tapi juga barang, agar semua masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok khususnya beras, cabai, daging ayam, telur, dan minyak goreng. 

Semua ini, lanjut Erwin, agar semua masyarakat dapat melaksanakan ibadah Ramadan dan idul fitri dengan baik. "Dan dalam konteks menjaga agar harga terjangkau sehingga pertumbuhan ekonomi yang sudah dilakukan dengan baik di Jatim tentunya mendeliver kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement