Senin 04 Mar 2024 18:32 WIB

10 Anggota Luka Ringan Akibat Ledakan di Detasemen Gegana Polda Jatim

Seluruh anggota yang terluka saat ledakan tengah latihan olah TKP.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus raharjo
Polisi bersiaga setelah terjadi ledakan di Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim, Jalan Gresik, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/3/2024). Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Imam Sugianto mengatakan ledakan diduga berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan atau didisposal.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Polisi bersiaga setelah terjadi ledakan di Subden Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim, Jalan Gresik, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/3/2024). Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Imam Sugianto mengatakan ledakan diduga berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan atau didisposal.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengungkapkan, ada 10 anggota yang mengalami luka-luka setelah terjadinya ledakan di Kantor Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur pada Senin (4/3/2024) sekitar pukul 10.19 WIB. Namun demikian, ia memastikan kesemua anggota tersebut hanya mengalami luka ringan.

"Ada korban anggota kita 10 orang yang mengalami luka ringan," ujar Imam, Senin.

Baca Juga

Imam pun menjelaskan penyebab 10 anggotanya mengalami luka ringan akibat peristiwa ledakan tersebut. Kesemua anggota yang terluka tersebut tengah menjalankan latihan olah TKP pascaledakan.

"Kebetulan ada anak buah kita ini tadi ada 15 orang yang sedang latihan. Latihan olah TkP pascaledakan. Dan itu berjarak kurang lebih 10 meter," ucapnya.

 

Imam mengatakan, kesemua anggota tersebut bukan terluka akibat terkena ledakan secara langsung. Mereka terluka akibat terkena serpihan kaca ruang latihan yang terdampak getaran ledakan.

"Yang 10 itu luka-luka kena pecahan kaca itu yang hancur. Alhamdulillah sudah ditangani di RS Bhayangkara dan tidak ada yang serius lukanya. Kita inapkan untuk observasi satu malam, termasuk mengobati luka. Mudah-mudahan besok sudah bisa dipulangkan," kata Imam. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement