Selasa 13 Feb 2024 15:37 WIB

BMKG Imbau Penyelenggara Pemilu di Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem pada 14 Februari

BMKG memprediksi terjadinya cuaca ekstrem pada 13 dan 14 Februari di Jateng.

Warga mencoblos di TPS yang mengalami banjir (ilustrasi). BMKG mengimbau penyelenggara pemilu mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem di Jawa Tengah.
Foto: Abdan Syakura
Warga mencoblos di TPS yang mengalami banjir (ilustrasi). BMKG mengimbau penyelenggara pemilu mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem di Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau penyelenggara pemilihan umum (pemilu) mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada 13-14 Februari 2024. Besok merupakan hari penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Hari ini dilakukan persiapan tempat pemungutan suara (TPS)," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga

Oleh karena itu, kata dia, bagi penyelenggara pemilu khususnya di daerah rawan bencana hidrometerologi seperti banjir dan tanah longsor diimbau untuk benar-benar menempatkan TPS di lokasi yang aman. Ia mengatakan hal itu perlu dilakukan karena BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang telah merilis prospek cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada 13-14 Februari 2024.

Wilayah berpotensi cuaca ekstrem pada Selasa ini, meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten dan Kota Magelang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Temanggung, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Salatiga, Brebes, dan sekitarnya. Pada Rabu (14/2/2024), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten dan Kota Magelang, Boyolali, Temanggung, Salatiga, Kabupaten dan Kota Semarang, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Brebes, dan sekitarnya.

"Prospek cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer berupa aktivitas monsun Asia yang disertai adanya potensi seruakan dingin dan aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, termasuk sekitar wilayah Jawa Tengah," katanya.

Prospek cuaca ekstrem juga dipicu oleh daerah konvergensi dan belokan angin yang terpantau di sekitar Jawa Tengah serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal teramati di Jawa Tengah. "Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah pada 13-14 Februari," katanya.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement