Rabu 31 Jan 2024 15:38 WIB

Wali Kota Padang Tinjau Rumah Sakit Semen Padang Setelah Ledakan

Rumah Sakit Semen Padang mengalami ledakan pada Selasa (30/1/2024).

Petugas SAR memantau lantai I yang rusak akibat ledakan di Semen Padang Hospital (SPH) Padang, Sumatera Barat, Selasa (30/1/2024). Menurut kepolisian, dugaan sementara penyebab ledakan tersebut akibat sentral pendingin ruangan (AC) yang sedang diperbaiki meledak sehingga membuat plafon dan kaca gedung pecah dan 102 pasien dievakuasi serta dipindahkan ke rumah sakit terdekat.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Petugas SAR memantau lantai I yang rusak akibat ledakan di Semen Padang Hospital (SPH) Padang, Sumatera Barat, Selasa (30/1/2024). Menurut kepolisian, dugaan sementara penyebab ledakan tersebut akibat sentral pendingin ruangan (AC) yang sedang diperbaiki meledak sehingga membuat plafon dan kaca gedung pecah dan 102 pasien dievakuasi serta dipindahkan ke rumah sakit terdekat.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wali Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Hendri Septa, mengunjungi Rumah Sakit Semen Padang pada Rabu (31/1/2024) siang untuk meninjau kondisi rumah sakit tersebut seusai mengalami insiden ledakan pada Selasa (30/1/2024) sore.

"Saya datang langsung hari ini untuk melihat perkembangan dari rumah sakit usai mengalami ledakan pada sore kemarin," katanya di Padang, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga

Ia atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan penanganan cepat sesaat seusai kejadian. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit yang segera memindahkan para pasien ke rumah sakit lain usia kejadian, sehingga kebutuhan medis pasien tetap didapatkan," katanya.

Selain itu, katanya, beberapa pasien dari Rumah Sakit Semen Padang juga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Padang yang notabene adalah milik pemerintah kota setempat. "Kami instruksikan kepada RSUD Padang agar tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pasien yang dirujuk dari Rumah Sakit Semen Padang, apa kebutuhannya harus diberikan sesuai dengan kondisi pasien," jelasnya.

Sementara untuk penyebab ledakan, Hendri mengajak para pihak menunggu hasil pemeriksaan dari tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian yang tengah bekerja. "Kita serahkan kepada pihak Kepolisian untuk memeriksa peristiwa ini, walaupun sudah ada dugaan awal bahwa penyebabnya adalah ledakan instalasi AC sentral," katanya.

Selain Wali Kota Padang, Kepala Ombudsman Sumbar Yefri Heriani juga tampak datang ke lokasi kejadian secara langsung. Pada bagian lain, Rumah Sakit Semen Padang hingga Rabu siang masih lumpuh total sejak kejadian ledakan pada Selasa sore.

Tidak ada aktivitas pelayanan apapun di rumah sakit tersebut, sementara garis polisi masih terpasang di pelataran rumah sakit. Personel Kepolisian juga masih berjaga di lokasi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement