REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Polisi menegaskan ledakan yang terjadi di Semen Padang Hospital (SPH) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) bukan dipicu akibat bom. Kapolresta Padang Kombes Ferry Harahap menyebutkan, ledakan yang terjadi adalah enam outdoor sentral AC.
"Jadi kami jelaskan dulu, supaya tidak blunder informasi salah. Ini bukan bom. Jadi tidak ada ledakan bom," katanya, Selasa (30/1/2034).
Ferry mengatakan di lantai 7 SPH sedang dilakukan perbaikan AC. Diduga, pekerjaan lupa menutup gas las. "Jadi sedang dilakukan (kegiatan) las-las. Kemudian dia pekerja istirahat, sehingga meninggalkan atau mungkin lupa gas las itu ditutup atau apa sehingga mengakibatkan meledak enam outdoor sentral AC," ujar Ferry.
Ferry menambahkan saat ini tercatat 102 pasien dievakuasi pasca insiden ledakan di Semen Padang Hospital. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dari ledakan yang diduga dipicu perbaikan sentral AC itu.
“Apa yang terjadi sekarang ini adalah evakuasi pasien, bukan evakuasi korban. Karena rumah sakit ini tidak operasional (pasca kejadian) sehingga pasien yang ada dipindahkan," kata Ferry.
Ferry tak menampik ledakan tersebut mengakibatkan kaca-kaca pecah, sehingga terkena pengunjung. Dan saat ini kepolisian sedang mendata korban luka.
Ia mengungkapkan SPH mengunakan AC sentral yang terpusat di lantas tujuh. Ledakan ini cukup keras dan terdampak kerusakan.
Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler
Rekomendasi
-
Kamis , 09 Jul 2026, 11:41 WIB
Khitanan Massal di Jakarta Raih Rekor Muri, Pesertanya Lebih dari 2.000 Orang
-
-
Kamis , 09 Jul 2026, 11:40 WIBDokter di Bawah Tekanan Arogansi Kekuasaan
-
Kamis , 09 Jul 2026, 11:39 WIBKetua Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara
-
Kamis , 09 Jul 2026, 11:18 WIBMenkop: Pelatihan 30 Ribu Calon Manajer Kopdes Selesai Awal Agustus
-
Kamis , 09 Jul 2026, 11:03 WIBTrump Selidiki Visa H-1B, Mengapa Amazon, Microsoft, dan Google Bergantung Padanya?
-




