Kamis 25 Jan 2024 17:25 WIB

Siswi SMK di Surabaya Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Oknum Anggota TNI AL

Korban disebut masih trauma jika melihat sosok dengan postur mirip pelaku.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus raharjo
Ilustrasi pemerkosaan
Foto: www.jeruknipis.com
Ilustrasi pemerkosaan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kadispen Lantamal V Surabaya, Letkol Laut Agus Setiawan membenarkan dilakukannnya pemeriksaan terhadap oknum anggota TNI berinisial SH (25 tahun) yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMK berinisial AA (16). Pemeriksaan dilakukan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Selain terduga, pihaknya juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Betul, jadi terduga pelaku dan saksi2 masih dalam proses pemeriksaan polisi militer," ujarnya dikonfirmasi Kamis (25/1/2024).

Baca Juga

Kasus dugaan pemerkosaan oleh SH terhadap AA terjadi pada Senin (22/1/2024). Kuasa Hukum korban, Febri Kurniawan Pikulun menjelaskan, berdasarkan pengakuan korban, kejadian nahas tersebut berawal saat korban khendak mengambil uang di salah satu bank, dan tidak sengaja bertemu dengan erduga pelaku.

Terduga pelaku meminta tolong kepada korban untuk diantar ke salah satu bank dengan alasan dia tidak tahu jalan karena bukan asli Surabaya. Korban pun setuju dan langsung menaiki sepeda yang dikendarai terduga pelaku. Korban bahkan sempat diajak mampir ke minimarket, sebelum ke bank.

"Di minimarket itu, korban sempat ditanya oleh mbak-mbak penjaganya. Ia ditanya sedang bersama siapa. Sebelum sempat menjawab, ia sudah ditarik keluar oleh pelaku untuk meninggalkan minimarket," kata Febri.

Setelah keluar dari minimarket, korban dibawa pelaku menuju hotel tempat ia menginap. Terduga pelaku beralasan ingin berganti pakaian. Korban pun dibawa ke kamar hotel terduga pelaku. Di sana lah dugaan pemerkosaan itu terjadi.

Febri mengebut, kliennya sudah sempat menjalani pemeriksaan yang dilakukan di POMAL Lantamal V Surabaya. Namun, pemeriksaan tidak sampai tuntas lantara korban mengaku mengalami trauma akibat kekerasan seksual yang dialaminya.

"Korban sudah diperiksa tapi belum sampai selesai. Sebab, ia mengaku masih ketakutan," ujar Febri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Surabaya, Ida Widayati mengaku telah memberikan pendampingan terhadap korban. Pendampingan, kata Ida, dilakukan di Puskesmas.

"Inggih (iya) kita melakukan pendampingan ke korban. Korban kemarin sudah divisum di rumah sakit, untuk pantauan kesehatan fisik dan psikologis kami dampingi di Puskesmas," kata Ida.

Terkait kondisi korban, Ida menyebut kalau AA masih dalam kondisi trauma. Namun demikian, pihaknya berupaya memberikan penguatan agar trauma yang didapatkan korban perlahan dapat tertangani. "Masih trauma terutama melihat seseorang dengan postur seperti pelaku," ujar Ida.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement