Sabtu 13 Jan 2024 20:02 WIB

Kreativitas Anak Muda Diharapkan Meningkat di Era Digital

Kreativitas di kalangan anak muda harus terus diasah.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Ilustrasi kreativitas.
Foto: Pixabay
Ilustrasi kreativitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemuda dituntut bisa beradaptasi dengan dunia digital. Sebagai generasi masa depan bangsa kemampuan di bidang teknologi adalah sebuah kewajiban dalam menjawab tantangan zama yang serba digital. Jika tidak maka bonus demografi tak akan berdampak ke arah yang positif.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan kreativitas di kalangan anak muda harus terus diasah. Mereka harus mampu menguasai teknologi. Dengan perkembangan dunia digital saat ini, Ni'am berharap kreativitas anak muda Indonesia kian meningkat.

Baca Juga

Ni'am yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa mendorong pemuda Indonesia memanfaatkan teknologi digital sebaik-baiknya. Ia ingin dengan teknologi digital anak muda bisa lebih kreatif dan inovatif.

"Memiliki peran yang besar dalam pembangunan masyarakat serta negara," ujar Ni'am saat sambutan di acara Jumat Ngoprek Digital (Jumandi), di Media Center, Kemenpora, Jakarta, Jumat (12/1/2024).

Ni'am menambahkan kegiatan yang mengusung tema "Platform Digital dalam Kampanye Politik dengan Teknologi AI dan Manfaatnya" bermanfaat sebagai media kampanye di tahun politik. Teknologi AI menjadi peluang bagi generasi muda dalam melalukan kampanye politik.

Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini,  penggunaan teknologi Al dalam kampanye politik merupakan sesuatu yang baru. Hal tersebut, Ni'am menilai harus dimanfaatkan oleh anak-anak muda.

Generasi muda adalah target utama mendulang suara pada Pemilu 2024.  Lebih dari 50 persen suara pemuda akan diperebutkan. Itu sebabnya, semua pasangan Capres-Cawapres 2024 selalu membawa isu pemuda di setiap kampanyenya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement