Selasa 09 Jan 2024 19:39 WIB

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Karawang Meningkat pada 2023

Diharapkan tahun ini jumlah masyarakat yang melaporkan kasus kekerasan meningkat.

Sejumlah anak membentangkan poster saat memperingati Hari Anak Nasional pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (23/7/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Sejumlah anak membentangkan poster saat memperingati Hari Anak Nasional pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (23/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebutkan kasus kekerasan pada perempuan dan anak meningkat sepanjang Januari hingga Desember tahun 2023.

"Peningkatan kasus kekerasan pada perempuan dan anak terlihat dari jumlah pelaporan yang kami terima," kata Kabid Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang, Hesti Rahayu, Selasa.

Baca Juga

Ia mengatakan, dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pelaporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak meningkat pada tahun 2023. Rinciannya, pada 2022 terdapat 116 pelaporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Kemudian, pada 2023 tercatat 124 pelaporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang diterima Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang. "Pada 2023 ada 124 kasus kekerasan pada perempuan dan anak dengan 144 korban," katanya.

Ia mengatakan, dari 144 korban kekerasan itu, sebanyak 81 korban merupakan anak di bawah umur dengan perincian, dua laki-laki dewasa, 17 anak laki-laki, 61 perempuan dewasa dan 64 anak perempuan.

Hesti mengaku pada tahun ini akan menggulirkan beberapa program yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keberanian masyarakat untuk berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami. Jadi diharapkan pada tahun ini jumlah masyarakat yang melaporkan kasus kekerasan pada perempuan dan anak mengalami peningkatan.

Hal itu diharapkan karena jumlah pelaporan kasus adalah indikator keberhasilan dari hasil sosialisasi terhadap perlindungan perempuan dan anak. "Kita juga melakukan kampanye untuk melawan tindak kekerasan perempuan dan anak, dengan menyediakan pelayanan aduan di 30 kecamatan sekitar Karawang," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement