Jumat 05 Jan 2024 23:59 WIB

G-Creasi Dorong Peternak Kambing Tradisional Gunakan Data untuk Optimalisasi Pengelolaan

Pelatihan tersebut meliputi cara pemberian pakan yang baik.

Ternak kambing (ilustrasi).
Ternak kambing (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO -- G-Creasi kembali melanjutkan program bermanfaatnya untuk kalangan pemuda dan milenial. Dikutip dari Antara, G-Creasi merupakan Generasi Alumni Muda UB-ITS-UNAIR Bersama Ganjar. 

Para pendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud ini mengadakan workshop budidaya kambing untuk para peternak muda di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. 

Baca Juga

Pelatihan tersebut meliputi cara pemberian pakan yang baik, opsi vitamin yang bisa diberikan, hingga bagaimana tips perawatan yang baik untuk tumbuh kembang dan reproduksi kambing secara optimal menggunakan data. 

Lewat pelatihan ini, G-Creasi ingin agar para peternak kambing tradisional di Mojokerto lebih bisa mengelola peternakannya secara semi modern dan menggunakan data dalam pengelolaannya. 

"Harapannya peternakan tradisional berubah menjadi peternakan semi modern, syukur-syukur menjadi peternakan modern yang segala sesuatu diukur dengan data, bukan dari pengalaman yang mungkin salah," ujar Koordinator Wilayah G-Creasi Jatim, Ilham Hasan, Jumat (5/1/2024). 

Ilham menjelaskan, pelatihan ini merupakan program edukasi yang dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan mendalam mengenai aspek-aspek penting dalam budidaya kambing. 

"Program ini dirancang untuk para peternak pemula maupun individu yang berminat memulai usaha budidaya kambing secara profesional," katanya. 

Diketahui pelatihan tersebut diikuti oleh para peternak muda yang berasal dari berbagai peternakan tradisional yang ada di Kecamatan Dawarblandong. 

"Pelatihan kambing ini bisa mememberikan dampak yang positif terhadap peternak lokal, supaya mereka bisa memaksimalkan tumbuh kembang ternaknya," kata dia. 

Ilham menyebut, G-Creasi akan kembali mengadakan kegiatan bermanfaat yang menyasar kalangan anak muda dan milenial di Jawa Timur. 

"Tetap pada kegiatan kepemudaan dan kewirausahaan karena sektor itu yang harus diwacanakan untuk menyambut bonus demografi tahun 2045," ujarnya. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement