Kamis 28 Dec 2023 13:42 WIB

Disorot Media Internasional, Mahasiswa Aceh Mendunia Usai Usir Paksa Pengungsi Rohingya

Para mahasiswa Aceh menyerukan agar pengungsi Rohingya diusir.

Rep: Teguh/Antara/ Red: Teguh Firmansyah
Mahasiswa dan polisi membantu menaikkan imigran etnis Rohingya ke truk saat pemindahan paksa di penampungan sementara gedung  Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Aceh, Rabu (27/12/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Mahasiswa dan polisi membantu menaikkan imigran etnis Rohingya ke truk saat pemindahan paksa di penampungan sementara gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Aceh, Rabu (27/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media internasional soroti langkah sejumlah mahasiswa Aceh yang mengusir paksa pengungsi Rohingya. Langkah Mahasiswa Aceh itu dinilai tidak patut karena membuat para pengungsi yang di antaranya perempuan dan anak-anak menjadi ketakutan. 

"Indonesian students evict Rohingya from shelter demanding deportation," demikian judul bunyi laporan Aljazirah, Rabu (27/12/2023). 

Baca Juga

Kantor berita internasional yang berbasis di Qatar itu menulis, ratusan mahasiswa di provinsi paling barat Indonesia menggeruduk tempat pengungsian Rohingya di Banda Aceh. Mereka menuntut para pengungsi dideportasi.  

"Para demonstran pada hari Rabu memaksa lebih dari 100 orang Rohingya keluar dari bangunan convention centre di Banda Aceh, dalam episode terbaru diskriminasi terhadap kelompok minoritas yang teraniaya di Myanmar," tulis Aljazirah. 

Kantor berita dari Jerman DW menulis judul, "Indonesia students storm Rohingya refugee center."

DW menulis bagaimana para mahasiswa Aceh menyerukan 'kick them out' (usir paksa mereka). Sementara pada saat yang sama pengungsi wanita dan anak-anak tampak menangis ketakutan. 

Sebelumnya, ramai berita di media sosial mahasiswa Aceh mencoba mengusiri para pengungsi Rohingya yang kebanyakan adalah  perempuan dan anak. 

Dalam video yang beredar tampak para pengungsi yang ketakukan. Suara tangis dan jeritan dari pengungsi terdengar dan meminta agar para mahasiswa tidak melakukan aksi beringas. 

Mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna hijau datang dengan berkerumun ke Balai Meuseraya Aceh (BMA). Para mahasiswa itu terlihat emosional.  

Pada video yang lain tampak sejumlah pengungsi Rohingya yang sedang shalat.  Tidak tahu siapa yang memprovokasi mereka hingga bertindak semacam itu. Para warganet mengecam tindakan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Aceh tersebut. 

"Mahasiswa di Banda Aceh memaksa membubarkan pengungsi Rohingya yg kebanyakan perempuan & anak-anak. Sampai ketakutan. Barbar! Apa bedanya kalian dg kelompok beringas tak berpendidikan? Almamater kalian itu simbol pendidikan tinggi. Tapi mental kalian biadab," kicau akun Herri Cahyadi. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement