Rabu 20 Dec 2023 18:52 WIB

Muhammadiyah Dorong Pendataan Buta Aksara di Sorong Selatan

Ini mengingat jumlah anak-anak yang belum mengenal huruf masih cukup tinggi.

Buku (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Buku (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TEMINABUAN -- Pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, mengharapkan adanya pendataan angka buta aksara di wilayah itu, mengingat jumlah anak-anak yang belum mengenal huruf masih cukup tinggi.

Ketua Muhammadiyah Sorong Selatan Lukman Wugaje di Teminabuan, Rabu (20/12/2023), mengatakan kasus buta aksara di wilayah Imeko Sorong Selatan masih sangat tinggi.

Baca Juga

Ia mendukung penuh adanya Gerakan Berantas Buta Aksara (Babusa) untuk menyelamatkan anak-anak Sorong Selatan agar bisa melek huruf.

"Pemberantasan buta aksara merupakan amanat konstitusi melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (diubah dengan UU Nomor 2 Tahun 20221), Bab XVI tentang pendidikan dan kebudayaan," ujarnya pada sosialisasi pemberantasan buta aksara di Aula Rektorat Universitas Werisar Teminabuan.

Selaku Pengawas Sekolah Dasar di Imeko, Lukman mengaku miris dengan kondisi anak-anak di wilayah itu yang masih banyak belum mengenal huruf.

"Gerakan berantas buta aksara ini saya harapkan merupakan gerakan kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur yang ada dalam masyarakat," ujarnya.

Lukman Wugaje juga berharap program ini dapat dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan serta menjadikan kampung (desa) sebagai sentral pembelajaran melalui pembentukan Kelompok Belajar Aksara (KBA).

Ia berharap pemerintah setempat merangkul semua kelompok masyarakat dan komunitas belajar yang selama ini secara sukarela menjalankan program penuntasan buta aksara di wilayah Sorong Selatan.

"Hal pertama yang harus dilakukan dalam memulai agenda besar ini yaitu melakukan pendataan atau pemutakhiran data yang valid terhadap warga belajar yang akan menjadi sasaran program," usulnya.

Lukman menyebut persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan sangat mendukung dan siap mendukung serta menyukseskan Gerakan Babusa, bahkan akan ikut terlibat aktif dalam upaya menuntaskan kasus buta aksara di Sorong Selatan.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement