Sabtu 16 Dec 2023 00:03 WIB

Warga Desa Titie Baroe Aceh Timur Unjuk Rasa, Desak Imigran Rohingya Dipindahkan

Saat ini puluhan imigran Rohingya ditampung di Idi Sport Center di Desa Titi Baroe.

Anak-anak imigran Rohingya di sebuah tempat penampungan sementara di Provinsi Aceh. (ilustrasi)
Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Anak-anak imigran Rohingya di sebuah tempat penampungan sementara di Provinsi Aceh. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TIMUR -- Warga Desa Titi Baroe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, mendesak instansi terkait segera memindahkan puluhan imigran Rohingya yang saat ini ditampung di Idi Sport Center (ISC). Desakan diawali dengan unjuk rasa para pemuda desa.

"Semalam pemuda desa semua berunjuk rasa di lokasi penampungan Rohingya di ISC. Mereka mendesak imigran tersebut segera dipindahkan," kata Keuchik atau Kepala Desa Titi Baroe, Muhammad Adam, di Aceh Timur, Jumat (15/12/2023).

Baca Juga

Sebelumnya, sebanyak 50 imigran Rohingya ditampung di ISC setelah diturunkan dari kapal di kawasan pantai Desa Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, pada Kamis (14/12) sekitar pukul 03.45 WIB. Sebelum ditampung di pusat olahraga masyarakat Kabupaten Aceh Timur tersebut, puluhan imigran Rohingya sempat lari dan bersembunyi di semak-semak sebelum akhirnya ditemukan.

Muhammad Adam mengatakan penolakan keberadaan imigran Rohingya di pusat olahraga tersebut karena mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. "Tempat penampungan Imigran Rohingya itu lapangan futsal. Lapangan itu setiap hari dipakai semua kalangan, baik anak-anak maupun pemuda dari beberapa kecamatan di Aceh Timur," ujarnya. 

Menurut dia, keberadaan imigran Rohingya tersebut menyebabkan aktivitas olahraga masyarakat terganggu. Oleh sebab itu, masyarakat mendesak imigran tersebut segera dipindahkan.

"Persoalan ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah. Kami juga mengimbau masyarakat tidak berbuat hal-hal yang merugikan terkait keberadaan imigran Rohingya tersebut," katanya.

Kepala Satuan Polisi (Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Timur Teuku Amran mengatakan pihaknya sudah menerima informasi masyarakat yang meminta imigran tersebut dipindahkan dari tempat penampungan di ISC.

"Sampai saat ini belum adanya keterangan resmi dari pihak UNHCR, selaku yang menangani imigran Rohingya, sehingga pemerintah daerah menampung mereka di ISC. Kalau pihak UNHCR sudah datang, imigran Rohingya tersebut segera dipindahkan," kata Teuku Amran.

photo
Aliran Pengungsi Rohingya - (Republika)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement