Jumat 08 Dec 2023 21:54 WIB

Jokowi Wujudkan Mimpi Presiden Terdahulu Bangun IKN

IKN terus dibangun.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Erdy Nasrul
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Bambang Brodjonegoro.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Bambang Brodjonegoro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eks Menteri PPN/Kepala Bappenas 2016-2019, Bambang Brodjonegoro menilai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan mimpi Presiden Indonesia terdahulu yang kini diwujudkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wacana IKN memang pernah mencuat di masa Presiden sebelum Jokowi. 

Bambang bercerita dahulu Presiden Soekarno ingin memindahkan ibu kota ke Palangkaraya. Kemudian Presiden Soeharto berencana memindahkan pusat pemerintahan ke Jonggol. Namun ternyata kedua ide tersebut tidak pernah terealisasi.

Baca Juga

"Ketika saya menjadi menteri Bappenas di 2017, saya juga baru tahu ide memindahkan ibu kota sudah disampaikan oleh Pak Jokowi ke pendahulu saja, Pak Andrinof," kata Bambang dalam keterangannya pada Jumat (8/12/2023).

Bappenas lalu melakukan riset di Kalimantan dengan mempertimbangkan tiga provinsi: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Lalu akhirnya dipilih Kalimantan Tengah sebagai lokasi IKN baru.

"Dengan membandingkan tiga provinsi tersebut dan akhirnya terpilih adalah lokasi yang dipilih sekarang di Penajam dan diperluas menjadi sebagian Kutai," ujar Bambang.

Kalimantan dipilih Jokowi berdasarkan riset Bappenas. Salah satunya pertimbangan risiko bencana alam disana paling kecil berkaitan gempa, tsunami, dan erupsi volkanik. Kedua, karena posisi Kalimantan yang sudah menjadi lokasi IKN ada di Indonesia tengah. 

"Jadi kita ingin buat NKRI lebih intact, lebih compact dan ibu kota ada di tengah dan bisa menjadi pusat pertumbuhan yang baru di luar Jawa," ujar Bambang.

IKN juga diharapkan mengurangi disparitas antara pulau Jawa dan luar Jawa. Berdasarkan data yang dimilikinya, Bambang mengatakan sebesar 80% perekonomian Indonesia Jawa, Sumatra dan Bali. Sisanya seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan lainnya hanya menyumbang 20% perekonomian negara.

"Tugas kita adalah bagaimana IKN dapat membantu yang perekonomian 20% itu naik. Dalam skenario 2045 kita, kalau sekarang Indonesia barat dan timur 80-20, target di 2045 75-25. Mungkin kelihatan masih timpang, tapi kita berusaha mengurangi ketimpangan. IKN bisa menjadi salah satu pendorong upaya porsi ekonomi Indonesia timur naik dari 20% ke 25% di 2045," ujar Bambang.

Paparan tersebut diketahui disampaikan Bambang dalam diskusi bertajuk "IKN, Jembatan Masa Kini dan Depan" di Media Center Indonesia Maju, Jakarta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement