Kamis 07 Dec 2023 17:39 WIB

Soal Peserta Walkout Ketika Berpidato di KTT COP28, Begini Sikap Jokowi

Jokowi tak merespon, tapi ia tekankan RI lakukan aksi nyata tangani perubahan iklim.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi
Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, rangkaian dari HUT ke-128 BRI, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 7 sampai dengan 10 Desember 2023.
Foto: Bank BRI
Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, rangkaian dari HUT ke-128 BRI, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 7 sampai dengan 10 Desember 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya soal tudingan ada peserta yang walkout ketika dirinya berpidato di KTT COP28 di Dubai awal Desember lalu.

Jokowi tak merespons, tapi ia menekankan bahwa Indonesia telah melakukan aksi nyata untuk menyelesaikan masalah perubahan iklim. "Yang paling penting satu, kita telah melakukan hal yang nyata dalam rangka menyelesaikan ikut mengurangi urusan perubahan iklim yang semuanya semua negara khawatir," kata Jokowi di JCC, Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Baca Juga

Jokowi mencontohkan, Indonesia selama ini telah berhasil menurunkan angka kebakaran hutan gambut maupun deforestasi hutan dan lahan. Selain itu, Indonesia juga telah membangun pusat persemaian baik di Bogor, Denpasar, Mentawir, dan Labuan Bajo dengan produksi bibit mencapai 75 juta.

"Saya kira ini sebuah sebuah aksi yang konkret, aksi yang nyata. Menurut saya yang penting itu," ujarnya.

 

Seperti diketahui, sebelumnya beredar narasi para peserta di COP28 yang walkout ketika Presiden Jokowi memberikan pidato. Narasi tersebut beredar di platform X (Twitter).

Dikutip dari siaran pers KSP, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta menyampaikan, para pemimpin dunia mengapresiasi kerja keras pemerintah Indonesia dalam mencapai nol emisi karbon pada 2060. Apresiasi tersebut disampaikan pada Forum Abu Dhabi Suistainability Week (ADSW), di Dubai.

Febry juga meyampaikan kerja keras pemerintah Indonesia dalam mencapai nol emisi karbon juga telah memunculkan kepercayaan sejumlah negara. Terbukti Indonesia mendapatkan kelanjutan kontribusi pemerintah Norwegia sebesar 100 juta dolar AS dalam skema result based payment untuk kinerja penurunan deforestasi periode 2017-2018 dan 2018-2019.

"Pendanaan ini bentuk pengakuan global atas prestasi Indonesia dalam menurunkan emisi melalui penurunan deforestasi dan degradasi hutan," kata Febry.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement