Selasa 05 Dec 2023 23:59 WIB

Polda Sumbar Berikan Trauma Healing kepada Korban Erupsi Marapi

Edi menyebut trauma healing diberikan untuk mengantisipasi dampak psikologis

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Tim gabungan mengangkat jenazah korban erupsi Gunung Marapi di Nagari Batu Plano, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (5/12/2023). Data SAR Padang menyatakan sebanyak delapan jenazah pendaki berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Dr Achmad Mochtar di Bukittinggi untuk diidentifikasi.
Foto: EPA-EFE/GIVO ALP
Tim gabungan mengangkat jenazah korban erupsi Gunung Marapi di Nagari Batu Plano, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (5/12/2023). Data SAR Padang menyatakan sebanyak delapan jenazah pendaki berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Dr Achmad Mochtar di Bukittinggi untuk diidentifikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI-  Wakapolda Sumatra Barat, Brigjen Pol Edi Mardianto, mengatakan pihaknya menurunkan tim untuk memberikan trauma healing terhadap korban selamat dan juga keluarganya. Edi menyebut trauma healing diberikan untuk mengantisipasi dampak psikologis yang mungkin dialami para korban dan keluarganya.

"Sejak erupsi kita telah mengerahkan tim, yang terdiri dari tim medis dan personel lainnya untuk melakukan evakuasi. Untuk trauma healing kita kerahkan bagian psikologi ro SDM Polda Sumbar‎ yang telah melakukan sesi trauma healing di beberapa lokasi kepada korban beserta keluarganya," kata Edi Mardianto, Selasa (5/12/2023).

Edi mengatakan, tim trauma healing yang diturunkan ini terdiri dari psikologi dan konselor yang telah terlatih untuk menangani kasus trauma pasca bencana. Mereka memberikan bimbingan dan dukungan emosional kepada korban.

Trauma healing diberikan untuk  membantu mereka untuk mengatasi rasa takut, kecemasan, dan stress yang dapat muncul setelah mengalami peristiwa traumatis seperti erupsi Gunung Marapi."Penting memberikan dukungan psikologis kepada korban dan keluarganya terkait dampak emosional dan psikologis yang mungkin mereka rasakan," ujar Edi.

 

Edi menyebut tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 52 orang pendaki pasca erupsi Ahad (3/12/2023) lalu. Total korban meninggal sampai hari ini tercatat sebanyak 22 orang.

Edi menyebut tim gabungan mendapatkan kendala untuk mengevakuasi para korban yang masih berada di sekitar Cadas atau beberapa meter dari lubang kawah."Kendala medan yang berat dan erupsi Marapi masih terus menyembuhkan badai debu menyulitkan tim SAR gabungan untuk mengevakuasi secara cepat," ujar Edi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement