Senin 16 Mar 2026 15:27 WIB

Macet Ekstrem di Gilimanuk, DPR Desak Kemenhub-ASDP Bergerak Cepat

Kemacetan hingga puluhan kilometer menunjukkan perlunya penanganan cepat.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Erik Purnama Putra
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT ASDP Indonesia Ferry segera mengambil langkah cepat mengurai kemacetan parah di jalur Denpasar-Gilimanuk, Bali. Dia mendapat laporan, macet panjang pada arus mudik mengular hingga 45-50 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat ribuan pemudik harus menunggu berjam-jam di jalan tanpa kepastian waktu penyeberangan. Sudjatmiko menilai, situasi itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan hak masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Baca Juga

"Kemacetan hingga puluhan kilometer ini menunjukkan perlunya langkah penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur. Negara harus hadir memastikan para pemudik bisa melakukan perjalanan dengan aman dan manusiawi," kata Sudjatmiko dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Dia mengingatkan, Kemenhub, PT ASDP, termasuk kepolisian, dan pemerintah daerah (pemda) segera memperkuat koordinasi untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Dengan begitu, manajemen penyeberangan bisa lebih terarut sehingga antrean kendaraan dapat segera terurai.

"Koordinasi dengan ASDP harus diperkuat. Jika memang diperlukan penambahan armada ferry untuk mempercepat proses penyeberangan, maka langkah itu harus segera dilakukan secepatnya. Jangan menunggu antrean makin panjang dan masyarakat semakin lama terjebak di jalan," ucap Sudjatmiko.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement