Ahad 03 Dec 2023 20:14 WIB

Candi Borobudur Rayakan 32 Tahun Sebagai Situs Warisan Dunia

Berbagai rangkaian acara memeriahkan perayaan di Candi Borobudur.

Bhiksu bersiap menjalani ritual pradaksina saat perayaan Waisak 2567 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (4/6/2023). Pada Waisak 2023 ini ada yang spesial, yakni adanya 32 bhante atau bikus yang menjalani ritual Thudong atau jalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur. Tagline perayaan Waisak 2023 ini adalah Toleransi.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bhiksu bersiap menjalani ritual pradaksina saat perayaan Waisak 2567 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (4/6/2023). Pada Waisak 2023 ini ada yang spesial, yakni adanya 32 bhante atau bikus yang menjalani ritual Thudong atau jalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur. Tagline perayaan Waisak 2023 ini adalah Toleransi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Museum dan Cagar Budaya (MCB) Warisan Dunia Borobudur bakal menggelar berbagai kegiatan untuk merayakan status sebagai situs Warisan Dunia. Status tersebut sudah disandang Candi Borobudur sejak 32 tahun lalu.

"Rangkaian kegiatan yang bertajuk Argya Abidhaya ini berlangsung mulai 4-10 Desember 2023," kata Koordinator MCB Warisan Budaya Borobudur Wiwit Kasiyati, Ahad (3/12/2023).

Baca Juga

Argya Abidhaya diambil dari Bahasa Sansekerta, artinya perayaan pada keluhuran budaya. Kegiatan seni budaya ini akan melibatkan masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur. 

Ini agar mereka turut andil dalam merayakan hari penetapan kompleks Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia. Dengan demikian, tidak hanya Candi Borobudur yang dimanfaatkan, tetapi seni dan budaya masyarakat sekitarnya. 

 

"Yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," katanya.

Peringatan sebetulnya jatuh pada 13 Desember 2023. Kegiatan seni dan budaya ini terbagi menjadi tiga kegiatan di dua lokasi. 

Lokasi utama di area Aksobya Candi Borobudur. Kemudian lokasi kedua berada di Lapangan Randu Alas, Desa Tuksongo.

Program Director Altiyanto Henryawan mengatakan perayaan ini menjadi sebuah ungkapan syukur dan suka cita usai kompleks Candi Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia. 

"Kegiatan yang diselenggarakan, didesain dan mengaktualisasikan cagar budaya Candi Borobudur," katanya.

Dia menyebutkan, tiga kegiatan itu antara lain Pasaraya Mbuduran. Lokasinya di Lapangan Randu Alas, Desa Tuksongo mulai 4-10 Desember 2023. Kegiatan itu menghadirkan produk kuliner dan kriya potensi dari 23 desa binaan MCB. Sebanyak 20 desa di Kecamatan Borobudur dan tiga desa di Kecamatan Mungkid.

Selain itu, ada juga aneka produk kuliner lokal yang langka dari para perajin kuliner Borobudur, Magelang, Muntilan, dan Yogyakarta. Serta barang-barang antik dan lawas dari komunitas penjual barang lawasan.

"Kegiatan ini akan bekerja sama dengan komunitas Pasar Kangen Yogyakarta dan Pasar Budaya Borobudur," jelasnya.

Kegiatan kedua adalah Nritya atau pagelaran seni dengan mengusung parade pertunjukan tari dan musik. Karya tari dan musik yang akan ditampilkan bertemakan sejarah lampau keluhuran nusantara. 

Kegiatan ini akan memberdayakan sanggar-sanggar desa binaan MCB serta melibatkan seniman dan kelompok seni dari SMKI Ygyakata, Surakarta, Prambanan, dan Temanggung. Kegiatan tersebut berlangsung pada 9-10 Desember 2023 di Taman Aksobya Borobudur.

Lalu, kegiatan terakhir adalah Baswara atau pertunjukan tata cahaya di venue Taman Aksobya Borobudur pada 9-10 Desember 2023. Kegiatan ini merupakan pertunjukan instalasi cahaya yang juga akan digunakan sebagai background kegiatan pagelaran seni.

Ia menjelaskan, instalasi cahaya dapat menjadi daya tarik utama. Sebab, Candi Borobudur tidak hanya akan menjadi background pertunjukan seni, tapi dapat menjadi poin penting dalam pertunjukan tata cahaya ini. Pertunjukan ini didesain oleh seniman cahaya dan visual dari Yogyakarta dan Bali.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement