Ahad 03 Dec 2023 07:07 WIB

JSC Jadi Baromoter untuk Smart Cities di Vietnam

Jakarta sudah teruji mengelola kotanya dalam pendekatan sains dan teknologi. 

Kepala JSC Yudhistira Nugraha (layar kanan atas) sedang menjadi keynote speaker.
Foto: dok. Republika
Kepala JSC Yudhistira Nugraha (layar kanan atas) sedang menjadi keynote speaker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta Smart City (JSC) Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Provinsi DKI Jakarta menjadi barometer pelaksanaan kota cerdas di Vietnam. Hal ini terlihat dari dipilihnya Kepala BLUD JSC Yudhistira Nugraha, D.Phil sebagai keynote speaker, sekaligus panelis, dalam  gelaran Vietnam - Asia Smart City Summit 2023 "Data Exploitation, Building Smart Sustainable Developement Cities" di Hanoi, Vietnam, 29-30 November 2023. 

Menurut Yudhis sapaan akbranya, saat menjadi pembicara kunci tersebut, dirinya membawakan presentasi secara daring berjudul, "Smart Cities and Digital Transformation:The Experiences of Building Smart Cities by the Indonesian Government, Insights from Jakarta." 

"Kami bangga dengan amanah ini, karena Jakarta menjadi satu-satunya pemerintah kota dari negara utama di Asia Tenggara yang diundang untuk berbagi pengalamannya terkait pelaksanaan kota cerdas. Saat paparan kami membahas kebijakan smart city serta exploitasi gunakan data dalam membangun smart city secara efektif," ujar Yudhis dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, akhir pekan ini.

Menurut dia, JSC juga bahagia bisa diundang hadir karena tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kerja sama dalam membangun dan mengembangkan ekosistem kota cerdas, baik di kota maupun provinsi di Vietnam. 

 

Terlebih, Jakarta sudah teruji mengelola kotanya dalam pendekatan sains dan teknologi. Sebab, ada lebih dari 11 juta warga tinggal di Jakarta, 17 persen kontribusi ke GDP nasional, 25 persen kontribusi area Jabodetabek ke GDP nasional. Tentunya sebagai kota global, Jakarta akan terus mendorong investasi, sumber daya manusia, serta gagasan dan inovasi menjadi bagian penting dalam ekosistem kota cerdas.

"Kami sampaikan dengan kompleksitas tersebut, kami bisa tangani dengan substansi aktivitas kota cerdas di Jakarta dengan pendekatan smart system yakni sensing, understanding, dan acting," katanya. 

Salah satunya, kata dia, dengan membangun publik trust melalui Citizen Relation Management (CRM), atau juga sering disebut Cepat Respons Masyarakat. Ada 13 saluran resmi komunikasi masyarakat ke pemerintah yang kami deteksi, lalu kami fahami melalui analisa, dan setelah itu bertindak dengan pendekatan penyelesaian problem berbasis data. 

"Dimana sampai saat ini sudah ada sekitar 240.000 laporan pengaduan publik bisa ditangani hingga 98 persen," katanya. 

CRM yang disokong oleh salah satu kanal favorit warga yaitu fitur aduan warga atau yang dikenal dengan JakLapor pada super aplikasi Jakarta Kini (Jaki) telah membuat proses pelaporan warga menjadi lebih efisien. Yaitu dari lebih dari 1 hari menjadi 2-3 menit, rerata resolusi problem dari 2 minggu menjadi 1 hari, serta tingkat keberhasilan penanganan laporan dari 55 persen menjadi lebih dari 90 persen. 

Selain itu, pihaknya juga aktif membangun evidence-based culture dan data-driven public policy. Yakni proses pengambuilan keputusan penting dengan merujuk serangkaian data statistik, tren, hingga fakta yang relevan. Hal ini bersumber dari data internal pemerintah seperti data kependudukan dan data atribut lainnya dan data eksternal seperti data dari  media sosial dan laporan warga

"Cara-cara ini membuat kami telah mampu menghadirkan pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital dalam satu platform digital melalui super aplikasi Jaki. Termasuk adopsi kecerdasan buatan dalam penanganan masalah banjir di Jakarta, ruang inovasi bersama di Jakarta Future City Hub, diseminasi literasi digital ke sekolah-sekolah, serta pengembangan talenta dan ekosistem startup digital," katanya.   

Vietnam - Asia Smart City Summit 2023 juga menjadi bagian tindaklanjut dari kunjungan delegasi Vietnam ke Jakarta, 6 September 2023 lalu dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asean Summit 2023. Asia Smart City 2023 sendiri diselenggarakan Vietnam Software & IT Services Association (VINASA), Depkominfo Hanoi, dan Komite Rakyat Hanoi dengan kegiatan dipusatkan di The National Conference Center, Nam Tu Liem, Hanoi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement