Rabu 29 Nov 2023 12:40 WIB

Megawati Singgung Pemerintahan Orba, Ini Respons Presiden Jokowi

Megawati mengaku jengkel dengan pemerintahan saat ini.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo
 Presiden Jokowi saat menghadiri peresmian Kampung Nelayan Modern di Desa Samber dan Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Kamis (23/11/2023).
Foto: Dok Setkab
Presiden Jokowi saat menghadiri peresmian Kampung Nelayan Modern di Desa Samber dan Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Kamis (23/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan memberikan tanggapannya soal pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang menyebut bahwa pemerintahan saat ini mirip dengan kondisi saat Orde Baru.

"Saya tidak ingin memberi tanggapan," kata Jokowi sambil tersenyum di Hutan Kota JIEP Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga

Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana sebelumnya memberikan responnya terhadap pernyataan Megawati tersebut. Ari mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi. Sehingga semua orang bebas berpendapat dan memberikan penilaian.

"Ya itu negara demokrasi ya. Semua orang bisa berpendapat, membuat penilaian, saya kira itu cermin negara demokrasi," ujar Ari di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (28/11/2023).

 

Ari enggan memberikan tanggapannya lebih lanjut soal sindiran Megawati tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi.

"Nggak komentari itulah. Itu domain Ibu Mega ya untuk partai politik," kata Ari.

"Aku nggak memberi komentar. Negara demokrasi itu aja," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku jengkel dengan pemerintahan saat ini yang dinilainya bertindak seperti pemerintahan di zaman Orde Baru. Padahal, kata Megawati, Indonesia yang ada saat ini merupakan hasil perjuangan yang berdarah dan tak sebentar.

Karena itu, ia tak ingin masa seperti Orde Baru kembali terulang hanya untuk melanggengkan kekuasaan segelintir kelompok.

"Mestinya Ibu nggak boleh ngomong gitu, tapi Ibu jengkel, karena republik ini penuh pengorbanan tahu tidak. Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti waktu zaman Orde Baru?" ujar Megawati dalam rapat koordinasi nasional relawan Ganjar-Mahfud di JIExpo, Jakarta, Senin (27/11/2023) malam.

"Sudah berhenti deh Bapak-Bapak tuh yang saya sindirin ini, insaf, insaf. Berapa sih jumlahnya dibandingin sama rakyat? Aih, saya enggak manas-manasin, ini realita," katanya mengingatkan.

Megawati juga menyinggung dirinya yang merupakan Presiden ke-5 Republik Indonesia. Namun, ia juga mengungkapkan kekesalannya jika ada orang yang seakan tak menghormatinya.

"Bayangkan, kok saya tidak seperti dihormati ya, lho, kenapa? Lho saya jelek-jelek pernah Presiden lho dan masih diakui dengan nama Presiden ke-5 Republik Indonesia," ujar Megawati.

Kendati demikian, Megawati kembali ingat bahwa dirinya adalah ketua umum PDIP. Lambang banteng dalam partainya mengartikan bahwa pihaknya tak keok dalam menghadapi perlawanan-perlawanan yang ada saat ini.

Ia pun mengingatkan kekuatan rakyat yang sangat besar dan tak perlu takut terhadap adanya intervensi dan intimidasi. Indonesia adalah negara merdeka yang memiliki konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang harus ditaati semua pihak.

"Terus maju tempur, tapi tidak ada kekerasan, taat perintah. Kita adalah negara merdeka, berdaulat, punya ketatanegaraan," kata Megawati menegaskan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement