Sabtu 25 Nov 2023 16:33 WIB

Presiden Joko Widodo: Saya Bisa Jadi Presiden karena Guru

Guru merupakan inspirasi kemajuan bangsa.

Sejumlah murid berbaris sambil menyalami guru saat perayaan Hari Guru di SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, Sabtu (25/11/2023). Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan terima kasih dari murid kepada gurunya dalam memperingati Hari Guru Nasional 2023.
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah murid berbaris sambil menyalami guru saat perayaan Hari Guru di SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, Sabtu (25/11/2023). Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan terima kasih dari murid kepada gurunya dalam memperingati Hari Guru Nasional 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya bisa menjadi Presiden karena jasa para guru yang senantiasa mendedikasikan diri kepada anak-anak bangsa.

Demikian disampaikan Presiden dalam Puncak Hari Guru Nasional: "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar" di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Baca Juga

"Adalah kewajiban negara memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada guru. Saya bisa jadi Presiden seperti ini juga karena guru," ujar Presiden.

Dia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Peringatan Hari Guru Nasional 2023, yang meriah dan penuh suka cita.

 

Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap guru. "Ini adalah salah satu bentuk apresiasi terhadap guru yang saya tahu sejak pagi sampai malam ibu dan bapak guru tidak pernah berhenti untuk mendedikasikan diri kepada anak-anak bangsa," katanya.

Jokowi mengatakan para guru juga mempunyai banyak kewajiban-kewajiban untuk terus berinovasi terhadap kualitas pendidikan, agar mencetak sumber daya manusia berkepribadian Indonesia berkarakter Indonesia dan SDM unggul selama menghadapi tantangan ke depan yang semakin tidak mudah.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan acara Puncak Hari Guru Nasional 2023 dihadiri langsung 7.500 guru dari Sabang sampai Merauke.

Dalam laporannya ia menekankan bahwa Merdeka Belajar harus menjadi sebuah gerakan. Menurutnya di seluruh Indonesia gerakan itu sudah berjalan.

"Terima kasih para guru penggerak yang menggerakkan seluruh Indonesia," ujarnya.

Semua terobosan merdeka belajar tidak akan berjalan tanpa dukungan Presiden Joko Widodo.

Selain Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, turut hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement