Sabtu 25 Nov 2023 10:44 WIB

Daftar Beberapa Perusahaan yang Diancam Diboikot, Kini Sumbang Palestina

Ancaman boikot warganet berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan di Indonesia.

Rep: Muhyiddin Yamin/Adysha Citra Ramadani/Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Seorang anak mengibarkan bendera Palestina di Masjid Raudhatul Jannah saat aksi solidaritas donasi untuk Palestina, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/5/2021).
Foto: ANTARA FOTO/JOJON
Seorang anak mengibarkan bendera Palestina di Masjid Raudhatul Jannah saat aksi solidaritas donasi untuk Palestina, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/5/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan yang terancam diboikot masyarakat Indonesia, karena terafiliasi mendukung Zionis Israel, kini berbondong-bondang menyalurkan donasi untuk warga Jalur Gaza, Palestina. Niatan boikot sempat disuarakan warganet terhadap beberapa perusahaan di berbagai kanal media sosial, seperti X, Facebook, Instagram, hingga Tiktok.

Gelombang boikot di Indonesia semakin kencang setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina yang mewajibkan dukungan bagi negeri para nabi itu. Berdasarkan fatwa tersebut, mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina hukumnya wajib, sementara mendukung Israel hukumnya haram.

Baca Juga

Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan, Muslim diharamkan membeli produk dari produsen yang secara nyata terafiliasi dan mendukung agresi Israel ke Palestina. Hal itu mengikuti gerakan boycott, divestment, sanctions movement (BDS) yang sudah digalakkan dalam beberapa tahun terakhir demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Mendukung pihak yang diketahui mendukung agresi Israel, baik langsung maupun tidak langsung, seperti dengan membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung agresi Israel hukumnya haram," kata saat menyampaikan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina di Kantor MUI, Jumat (10/11/2023).

 

Imbas ancaman boikot sangat terasa membuat kebijakan perusahaan pemegang franchise di Indonesia akhirnya menyumbangkan sejumlah dana untuk Palestina. Termasuk juga perusahaan lokal ada yang terkena imbas aksi boikot masyarakat lantaran pemiliknya menunjukkan sikap dukungan kepada Israel.

Berikut beberapa perusahaan yang menyumbang ke Palestina.

Grab

Grab Indonesia dan OVO mendonasikan dana kemanusiaan sebesar Rp 3,5 miliar untuk membantu korban konflik yang terdampak di Gaza, Palestina. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui BenihBaik.com, platform crowdfunding dan CSR marketplace independen di Indonesia.

"Kami berharap bantuan ini dapat turut meringankan penderitaan korban konflik di Gaza, agar dapat dimanfaatkan sesuai yang dibutuhkan di lapangan," ucap Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, Senin (6/11/2023).

Grab Indonesia terancam ikut diboikot warganet lantaran ulah istri salah satu pendiri Grab, Anthony Tan, yaitu Chloe Tong. Chloe yang tinggal di Malaysia, secara terus terang membuat unggahan yang menyiratkan dukungan untuk Israel.

Unggahan Tong yang bernada pro-Israel mulai viral pada 3 November 2023. Alhasil, dengan cepat muncul tagar #UninstallGrabNow di Malaysia hingga Indonesia. Hal itu pun langsung direspons manajemen di Indonesia dengan menyumbang donasi ke Palestina.

ESQA

Kasus ESQA berbeda dnegan franchise internasional. Brand kosmetik lokal ESQA, ini diancam warganet untuk diboikot lantaran Co-Founder Angelina Cindy menyukai unggahan foto aktris Israel, Gal Gadot, yang menampilkan tulisan 'I stand with Israel'. Padahal, selama ini, Zionis Israel terus membunuh warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Cindy pun langsung memahami kesalahannya, dan mengaku tidak pernah mendukung genosida. Merespons hal itu, akun Instagram perusahaan @esqacosmetics pada Senin (6/11/2023), merilis pernyataan ESQA amat prihatin terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi pada masyarakat Palestina di Gaza.

Sebagai bentuk dukungan, ESQA juga berdonasi sebesar Rp 600 juta kepada masyarakat sipil Palestina melalui Baznas dan Palestine Children's Relief Fund (PCRF). "Kami mendengarkan dan memahami aspirasi Anda semua. Semua aspirasi Anda kami terima sebagai bentuk cinta dan upaya mendorong ESQA ke arah yang lebih baik kedepannya," begitu pernyataan resmi perusahaan.

Daftar perusahaan diboikot...

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement