Selasa 21 Nov 2023 13:17 WIB

Banjir di 15 Kecamatan Aceh Tenggara Berangsur Surut

Sebanyak 6.571 jiwa terdampak banjir di Aceh Tenggara.

Warga menerobos banjir saat keluar dari permukiman di Aceh.
Foto: Antara/Rahmad
Warga menerobos banjir saat keluar dari permukiman di Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir di 15 kecamatan Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, berangsur surut. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Selasa (22/11/2023), menyebut banjir terjadi setelah hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan menyebabkan meluapnya beberapa sungai hingga ke permukiman warga sejak Senin (13/11/2023), dari laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Tenggara.

"Adapun 15 kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Bambel, Kecamatan Semadam, Kecamatan Babussalam, Kecamatan Lawe Bulan, Kecamatan Ketambe, Kecamatan Lawe Sumur, Kecamatan Bukit Tusam, Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Babul Rahmah, Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Darul Hasanah, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan Babul Makmur dan Kecamatan Badar," ujar Abdul.

Baca Juga

Hingga Senin, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara mencatat banjir berdampak kepada 1.804 KK atau 6.571 jiwa dan dua warga alami luka-luka. Sebanyak lima unit rumah warga alami rusak berat, satu rumah rusak sedang dan satu rumah rusak ringan.

Beberapa fasilitas umum juga dilaporkan turut terkena imbas dari banjir. Tiga jalan nasional lumpuh terendam lumpur material banjir, jebolnya tanggul di sebagian desa terdampak, 468 ha lahan pertanian terendam, dua sekolah dan dua masjid turut terdampak.  

Untuk mempercepat penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah mengeluarkan Status Tanggap Darurat bencana banjir. Sementara itu, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara beserta dinas terkait turut melakukan penanganan dengan melakukan kaji cepat, menurunkan sejumlah alat berat untuk pembersihan material, membuat dapur umum, membuat jembatan darurat untuk mempermudah aktifitas warga, serta melakukan normalisasi dan perbaikan tanggul yang rusak.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan sebagian wilayah Provinsi Aceh.

"Merespon potensi tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi bencana, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir. Antara lain dengan rutin melakukan pengecekan kondisi sepanjang tanggul sungai, memantau debit air sungai saat hujan terjadi dan membentuk tim siaga bencana tingkat desa untuk mempercepat penanganan pertama," ujar Abdul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement