Kamis 16 Nov 2023 09:00 WIB

Prabowo-Gibran Nomor 2, Komandan TKN Pemilih Muda: Optimis Victory untuk Kita

Pemilih muda akan digerakkan mendukung Prabowo-Gibran.

Gibran dan Arief Rosyid Hasan
Foto: dok web
Gibran dan Arief Rosyid Hasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan nomor urut paslon Pilpres 2024 Selasa (14/11). Pasangan capres cawapres Prabowo-Gibran mendapat nomor urut 2.

Komandan Tim Fanta (Pemilih Muda) M. Arief Rosyid Hasan menyampaikan, “Bersama Menuju Indonesia Maju tak hanya kami jadikan slogan. Kami juga ingin agar kebersamaan ini berlangsung dua arah. Ini saatnya dukungan diekspresikan dengan penyerapan aspirasi. Orang muda harus jadi subyek politik, pelaku utama, bukan hanya jadi komoditas dan menonton dari tepi arena,” tambahnya.

Baca Juga

Pada masa kampanye capres dan cawapres, Tim Fanta juga akan merangkul 1.000 caleg dan satu juta relawan muda untuk mengelaborasikan dukungan bagi Prabowo Gibran.

“Hanya di pasangan Prabowo-Gibran ini kita melihat komitmen pelibatan orang muda dengan konkret dan terukur. Cawapres usia 36 tahun, pelibatan 1.000 caleg muda, 1 juta relawan muda di berbagai provinsi, serta 10 juta pemilih non-relawan yang akan bekerja berdedikasi tanpa pamrih,” ucap Arief.

 

ARH, sapaannya, juga menerangkan bahwa angka 2 bagi TKN Pemilih Muda adalah simbol Victory atau kemenangan. Angka 2 dalam simbol K-Pop juga berarti saranghaeyo atau ungkapan cinta.

Menurut Ketum PB HMI 2013-2015 ini, tulang punggung kesuksesan Pilpres 2024 adalah memenangkan suara hati anak muda. Terlebih, data KPU menyebutkan 107 juta pemilih muda atau 53% dari total DPT. Sehingga Tim Fanta akan memaksimalkan potensi serta melibatkan semua segmentasi orang muda Indonesia se-Nusantara dan diaspora di berbagai negara dunia.

“Sekali lagi, tidak bosan-bosan saya sampaikan, generasi muda jangan hanya menjadi obyek pembangunan apalagi komoditas pilpres belaka. Generasi muda harus duduk sejajar menjadi subyek kebijakan dan menjadi bagian dari pembangunan,” tutup Arief. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement