Rabu 15 Nov 2023 14:47 WIB

Bupati Boyolali Bantah Video PNS Viral Mengaku Diarahkan Menangkan Ganjar-Mahfud

Viral curhatan PNS perempuan di Pemkab Boyolali mengaku diminta menangkan Ganjar.

Rep: Alfian Choir Noor/ Red: Erik Purnama Putra
Bupati Boyolali M Said Hidayat.
Foto: Republika.co.id/Alfian Choir Noor
Bupati Boyolali M Said Hidayat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Bupati Boyolali M Said Hidayat buka suara terkait video viral pegawai negeri sipil (PNS) yang mengaku diarahkan untuk memenangkan pasangan PDIP, yaitu Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Video pengakuan PNS perempuan itu viral di Tiktok. 

Video tersebut diunggah di Tiktok oleh akun @ase******. Dalam video tersebut juga diberikan keterangan bahwa itu adalah curhatan ASN diperintahkan memenangkan PDIP dan Ganjar-Mahfud. Per Rabu (15/11/2023) pukul 14.15 WIB, video tersebut sudah disukai 95 ribu kali, 6.023 komentar.

"Viral curhatan PNS Boyolali diperintah menangkan PDIP dan Ganjar-Mahfud. Bahkan dimintai uang dengan alasan gotong royong. Kalau menolak akan dipindah dan dikucilkan dari lingkungan kerja playing victim, padahal mereka pemain inti," demikian caption di video tersebut dilihat Republika.co.id di Jakarta, Rabu (15/11/2023). 

Di video tersebut tampak seorang perempuan mengenakan baju keki khas ASN yang berlogo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali yang sedang makan bakso sambil bercerita. Namun, wajah dari perempuan tersebut tak nampak karena video diambil dari belakang. 

"Nek itu sudah jadi rahasia umum diarahkan untuk memenangkan PDIP dan memilih Ganjar nek tak denger yo seko konco-konco kui. Akeh sek (banyak yang) dipungut biaya sumbangan kanggo memenangkan calon PDIP," kata perempuan dalam video. 

"Iku seko (itu dari) pimpinan satuan kerja nek biasane sing (kalau biasanya yang) instruksike nek menurutku yo biasane bupati karena kan sing ndue kuasa Ning Boyolali," katanya menambahkan.

Selanjutnya, perempuan tersebut juga menarasikan ASN dan PPPK yang menolak akan dimutasi ke tempat yang jauh dari tempat tinggalnya. Ada juga yang dikucilkan di lingkungan kerja apabila kedapatan berseberangan. 

Bupati Boyolali pun membantah video tersebut. Dia mengaku, tak pernah memberikan arahan dan perintah seperti itu. "Pertanyaannya, semua pernah mendengar saya memerintah seperti itu?" kata Said ketika ditemui di Gedung Cendana, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (15/11/2023). 

Said menegaskan kembali, pihaknya tak pernah memberikan instruksi memenangkan capres dan partai tertentu. Dia malah bertanya kepada awak media, apakah pernah mendengarkan dirinya memberikan instruksi tersebut di depan PNS. 

"Ya sudah jawabannya itu, artinya bupati tidak pernah memerintahkan untuk itu, sampeyan sendiri menyampaikan belum pernah mendengar, oke sip?" ujarnya. 

Disinggung soal iuran yang dinarasikan di video tersebut, Said juga membantahnya. Dia malah meminta media mencari sosok perempuan tersebut untuk memberikan keterangan langsung ke publik jika memang ada perintah sebagaimana yang dimaksud.

"(Soal iuran) kan sudah saya jawab, sampeyan pernah mendengar saya perintahkan itu? Kalau bisa Mas sampaikan saja yang menyampaikan (sosok di video) siapa, artinya apakah itu pernah mendengarkan perintah bupati seperti apakah ada atau tidak," kata politikus PDIP tersebut.

"Bupati sudah menjawab sampeyan sendiri kan mengikuti kegiatan saya terus, setiap kegiatan kan mengikuti terus apakah pernah mendengarkan?" kata Said menegaskan.

Disinggung apakah ia akan melaporkan sosok itu ke pihak berwajib, Said mengaku, tak mengetahui siapa sosok di balik video tersebut. "Lha saya ngerti orangnya siapa kan kita juga ngak ngerti oke," ujar Said.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement