Selasa 14 Nov 2023 16:46 WIB

SMRC Klaim Elektabilitas PSI Meningkat Sejak Kaesang Jadi Ketum

PSI berhasil keluar dari zona elektabilitas 1 persen.

Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat memimpin rapat perdana dengan sejumlah jajaran pengurus PSI di DPP PSI, Jakarta, Selasa (26/9/2023). Rapat perdana tersebut digelar usai putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep didapuk sebagai Ketua Umum PSI pada Kopdarnas PSI pada Senin (25/9) kemarin.  Rapat tersebut  membahas mengenai berbagai evaluasi dan rancangan strategi PSI dalam menghadapi Pemilu 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat memimpin rapat perdana dengan sejumlah jajaran pengurus PSI di DPP PSI, Jakarta, Selasa (26/9/2023). Rapat perdana tersebut digelar usai putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep didapuk sebagai Ketua Umum PSI pada Kopdarnas PSI pada Senin (25/9) kemarin. Rapat tersebut membahas mengenai berbagai evaluasi dan rancangan strategi PSI dalam menghadapi Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengeklaim elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meningkatkan dalam sejumlah survei. Hal ini terjadi sejak Kaesang Pangarep menjabat sebagai ketua umum partai tersebut.

 

Baca Juga

"Di survei Indikator masih 0,9, tapi di Populi sudah 2,3 persen. Kalau ada peningkatan, saya kira cukup wajar. Pertama, walaupun belum maksimal, tapi gerakan PSI sudah mulai terlihat pasca-kepemimpinan baru Kaesang Pangarep," kata Saidiman dalam keterangannya yang diterima di Jakarta pada Selasa (14/11/2023).

 

 

Selain itu, sosialisasi PSI melalui kampanye luar ruang juga terus bergerak. Menurutnya, atribut luar ruang PSI sudah terlihat sekitar 7 persen, sedangkan di televisi 11,2 persen.

 

"Menurut survei Indikator, sosialisasi PSI melalui atribut luar ruang sudah terlihat sekitar 7 persen sementara di televisi sudah 11,2 persen. Artinya, partai ini mulai bergerak, walaupun belum semasif partai-partai besar," tuturnya.

 

Selain itu, Saidiman melanjutkan, renggangnya hubungan Jokowi dan PDI Perjuangan juga bisa mempertegas posisi pendukung Jokowi di luar PDIP. Menurutnya, pendukung Jokowi di luar PDIP menjadi ceruk yang cukup besar bagi partai seperti PSI untuk mendulang suara.

 

"Syaratnya adalah pergerakan sosialisasi yang masif dari mesin partai itu sendiri," ucapnya.

 

Survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2023 menunjukkan elektabilitas partai politik masih dinamis. Menariknya, PSI berhasil keluar dari zona 1 persen.

 

Dalam survei yang dilakukan melalui telepon, SMRC memperlihatkan elektabilitas PDI Perjuangan masih unggul dengan perolehan 19,5 persen. Kemudian disusul oleh Gerindra dengan 18,7 persen.

 

Sementara itu, Golkar di posisi ketiga dengan elektabilitas 12,1 persen. Nasdem 5,7 persen, PKS 5,6 persen, PAN 4,1 persen, Demokrat berhasil mengantongi 4 persen. Dan PPP hanya mengantongi 3,1 persen.

 

Menarik dari Survei SMRC kali ini adalah PSI. Partai yang dipimpin Kaesang Pangarep berhasil mendapatkan 2,3 persen. Perolehan PSI lebih unggul dari Perindo dengan 1,6 persen hingga partai Ummat yang mampu menduduki posisi 12 dengan 1,3 persen suara.

 

Untuk Partai Hanura mendapatkan 0,8 persen, PBB 0,4 persen, Partai Gelora Indonesia 0,4 persen dan Partai Garuda 0,2 persen. Survei SMRC tersebut dilakukan melalui wawancara telepon yang disodorkan pertanyaan-pertanyaan elektabilitas partai pada kelompok pemilih kritis. Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober sampai 3 November 2023.

 

Dengan sampel 1201 responden, margin of error survei diperkirakan +/-2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement