Senin 13 Nov 2023 15:38 WIB

Blusukan ke Yahukimo, Menko Muhadjir Tinjau Korban Bencana Kelaparan

Ada 22 orang bencana kelaparan di Distrik Amuma meninggal pada Februari-Oktober 2023.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy blusukan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Foto: Republika.co.id
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy blusukan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau secara langsung penanganan korban bencana tanah longsor dan kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada Jumat (10/11/2023).

Muhadjir menyampaikan, kedatangannya sebagai bentuk tindaklanjut atas bencana tanah longsor yang menimpa Distrik Anggruk dan Distrik Panggema serta bencana kelaparan akibat dari gagal panen yang menimpa Distrik Amuma yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

"Saya sudah ke sana, penanganannya sudah bagus, baik yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi, dan bantuan-bantuan yang datang dari pusat," ujar Muhadjir di Jakarta, Senin (13/11/2023).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo telah menetapkan Status Tanggap Darurat Tanah Longsor di Distrik Anggruk dan Distrik Panggema serta bencana kelaparan di Distrik Amuma selama 21 hari pada 12 Oktober-1 November 2023. Dilaporkan lebih dari 14 ribu penduduk terdampak bencana tersebut.

 

Sedangkan, 22 penduduk meninggal dunia dengan rincian 11 orang dewasa dan 11 orang anak-anak sepanjang Februari-Oktober 2023. Para korban bencana kelaparan tersebar di 13 kampung di Distrik Amuma.

Berdasarkan tinjauan langsung di lapangan, menurut Muhadjir, para korban yang terdampak bencana telah dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih intensif. Muhadjir menyampaikan upaya tindaklanjut pasca pengiriman bantuan juga akan dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Dia menjelaskan, dalam jangka pendek, akan dibangun lumbung sosial yang akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Sementara itu, BNPB akan menindaklanjuti tahap rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak.

Untuk jangka panjang, Muhadjir juga menerangkan, dilakukan dalam bentuk penyediaan varietas pangan dengan karakteristik lokal yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Adaptasi teknologi tepat guna akan diterapkan dengan menggandeng perguruan tinggi untuk pengolahan bahan pangan agar dapat tahan lama.

Sehingga masyarakat tidak bergantung pada masa panen untuk mendapatkan makanan. "Harus ada solusi permanen, terutama untuk bencana kelaparan. Solusi permanen itu akan difokuskan untuk mengenalkan teknologi tepat guna di sektor pertanian, namun tetap mempertahankan kearifan lokal," ucap Muhadjir.

Muhadjir juga mengungkapkan, akan mendorong Kemenkes untuk meningkatkan status peningkatan rumah sakit di Kabupaten Yahukimo yang saat ini masih tergolong tipe D. Muhadjir meminta, satu-satunya rumah sakit di kabupaten tersebut harus dapat ditingkatkan, baik sarana maupun tenaga kesehatannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement