Selasa 07 Nov 2023 21:02 WIB

Menguak Fakta Helium di Kendaraan Mahasiswi Unair, Polisi Uji Toksikologi

Ayah korban yakin putrinya meninggal bunuh bukan dibunuh.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah
parat kepolisian saat mendatangi TKP tewasnya mahasiswa FKH Unair di dalam mobil di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (5/11/2023)
Foto: ANTARA/HO-ADS
parat kepolisian saat mendatangi TKP tewasnya mahasiswa FKH Unair di dalam mobil di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (5/11/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Fakta kematian mahasiswi Universitas Airlangga terus coba dikuak oleh polisi. Termasuk soal gas helium yang berada di dalam kendaraan korban.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo menyatakan, penyidik telah melakukan uji toksikologi terhadap jenazah CA (21), mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair yang tewas dalam mobil dengan kondisi kepala terbungkus plastik. Uji tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga

"Untuk memastikan penyebab kematian, kami juga melakukan uji toksikologi terhadap sample-sample organ dalam korban. Apakah ada racun atau tidak," kata Andaru, Senin (6/11/2023).

Uji toksikologi dirasa perlu dilakukan mengingat saat ditemukan dalam keadaan meninggal, di TKP juga ditemukan gas helium. Namun untuk hasil uji toksikologi tersebut, Andaru belum bisa mengungkapkannya. "Nanti kita tunggu hasilnya," ujarnya.

 

Andaru menyatakan, pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi jenazah korban yang dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya. "Kami sekarang menunggu hasilnya dari kedokteran forensik di RS Bhayangkara Surabaya," kata Andaru.

Andaru menegaskan, ia tidak ingin cepat mengambil kesimpulan apakah korban meninggal akibat bunuh diri, atau dibunuh. Andaru memilih menunggu kesimpulan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terkait penyebab kematian korban.

"Saya tidak mau memberikan kesimpulan prematur. Saya harus beranjak dari pendekatan yang saintifik dan logis. Jadi saya minta jangan terburu-buru untuk menyimpulkan ini," ucapnya.

Sebagai gambaran helium merupakan gas yang biasa digunakan untuk beragam keperluan seperti menerbangkan balon. Namun helium bisa sangat berbahaya jika terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Dalam kadar tertentuk helium bisa menimbulkan orang sesak nafas dan bisa membunuh hanya beberapa menit. 

Motif korban

Bernadette Caroline Angelica Harianto alias CA (21), mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair yang tewas dalam mobil dengan kondisi kepala terbungkus plastik, disebut sebagai sosok yang tertutup. Hal itu diungkapkan ayah dari Bernadette, Gunawan Sakari Mulya.

 

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement