Ahad 05 Nov 2023 14:17 WIB

Universitas BSI Gelar Seminar Entrepreneur, Ajak Kaum Rebahan Memulai Bisnis

Seminar Entrepreneur Universitas BSI hadirkan narasumber kompeten di dunia bisnis.

Universitas BSI menggelar Seminar Entrepreneur di Kapus Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.
Foto: Dok. Universitas BSI
Universitas BSI menggelar Seminar Entrepreneur di Kapus Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaum rebahan seringkali dicap sebagai individu kontraproduktif atau pemalas, padahal hanya dengan rebahan saja, kaum rebahan dapat memulai bisnisnya dan mendapatkan cuan. Lalu bagaimana cara untuk memulai bisnis yang tepat bagi kaum rebahan? 

Lewat roadshow Seminar Entrepreneur, yang digelar oleh Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), Yulia Primavera yang merupakan seorang Broker Preneur, Investor F&Co Collection, Investor Kibo Motor sekaligus Co founder Dapoer Kibo memberikan tips bagaimana memulai bisnis untuk kaum rebahan. 

Baca Juga

Dalam seminar yang diadakan di Aula Universitas BSI kampus Kalimalang belum lama ini, Yulia mengatakan, dalam memulai bisnis, tentunya ada beberapa hal yang harus dikuasai, seperti mampu berpikir kreatif dan inovatif. 

“Modal atau kekayaan sebenarnya bukanlah modal utama untuk memulai usaha, melainkan pikiran manusia, jiwa atau imajinasi dan keyakinan kita di masa depan. Selain berpikir kreatif dan inovatif, kita juga harus memperluas relasi atau jaringan, bisa dimulai dari komunitas, media sosial atau yang paling dekat melalui relasi hubungan keluarga,” kata Yulia, melalui keterangan tertulis, Ahad (5/11/2023).

Ia mengatakan, peluang usaha itu akan selalu ada seperti kutipan dari Richard Branson yang mengatakan bahwa peluang bisnis itu seperti bus, selalu ada yang akan datang. Jangan pernah memulai usaha melalui modal dengan cara berhutang. 

“Loan atau hutang bukan jalan ideal untuk memulai suatu bisnis/usaha. Karena jika modal diawali dengan hutang/pinjaman tidak menutup kemungkinan kalian akan mendapati kredit macet dan dikejar-kejar debt colector,” katanya. 

Solusi yang diberikan oleh Yulia untuk memulai bisnis bagi kaum rebahan adalah, mencari investor yang ingin mendukung usaha dengan imbalan sistem bagi hasil atau bisa juga menggunakan sistem DP (Down Payment). 

“Atau kita bisa menjadi broker (perantara), karena tadi tujuan kita apa ? Supaya keuangan kita freedom, punya banyak waktu luang, dan bisa lakukan apapun yang kita inginkan,” katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement