Sabtu 04 Nov 2023 14:06 WIB

Din Syamsuddin Titip Dua Pesan untuk AMIN Jika Menang Pilpres 2024 

Din Syamsuddin meminta pasangan AMIN tetap amanah

Rep: Eva Rianti/ Red: Nashih Nashrullah
Bakal calon wakil presiden Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar (ketiga kiri) berfoto bersamai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (tengah) dan perwakilan ormas islam usai berbincang dalam agenda silaturahmi di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (3/11/2023). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada bakal capres dan cawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada Pilpres Pemilu 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bakal calon wakil presiden Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar (ketiga kiri) berfoto bersamai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (tengah) dan perwakilan ormas islam usai berbincang dalam agenda silaturahmi di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (3/11/2023). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada bakal capres dan cawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada Pilpres Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah pesan untuk pasangan bacapres-bacawapres dari Koalisi Perubahan, Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar 'AMIN' jika memenangkan kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Din meminta AMIN bisa menjadi pemimpin yang tetap berwawasan kebangsaan serta amanah. 

Hal itu disampaikan Din saat bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (3/11/2023). Setidaknya ada dua pesan yang disampaikan Din untuk pasangan yang diusung Partai Nasdem, PKS, dan PKB itu. 

Baca Juga

"Pertama, kalau Allah menakdirkan, tetap memimpin Indonesia dengan wawasan kebangsaan sebagaimana kakek leluhur mereka adalah tokoh-tokoh bangsa, yaitu merajut kemajemukan dengan mengajak seluruh elemen bangsa yang majemuk atas dasar agama, kultur, bahasa, dan budaya," kata Din kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat.

Din menekankan pada nilai keberagaman yang ada di Indonesia. Dia pun menilai bahwa karakter Anies-Imin berwawasan kebangsaan sehingga sangat ideal untuk menjadi pemimpin negara. Keistiqomahan keduanya diharapkan bisa terjaga jika nantinya terpilih jadi RI 1 dan RI 2.  

 

"Kedua, jangan sekali-kali berpaling dari cita-cita nasional. Sudah ada dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 karena masalah besar dari pemimpin nasional selama ini mereka menyimpang dan menyeleweng dari nilai-nilai dasar dan secara politik tidak mengamalkan sila ke-4," ujar dia.  

Menurut Din, Indonesia membutuhkan pemimpin yang hikmat, sesuai dengan isi sila ke-4 Pancasila. Yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 

"Kepemimpinan hikmat adalah pemimpin atau pimpinan nasional yang berada di atas semua golongan. Yang terjadi sekarang adalah pimpinan yang eksklusif, pimpinan yang tidak menerapkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya. 

Baca juga: Semangka yang Jadi Simbol Perlawanan Rakyat Palestina Disebutkan dalam Alquran?

Din berharap kedua pesan itu bisa diresapi oleh Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam menjalani kontestasi Pilpres ini. Dia menekankan, bersama dengan para pimpinan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam diyakini mendukung pasangan AMIN untuk bisa unggul dalam Pilpres 2024.  

"Saya tidak mau mengklaim secara kelembagaan, tapi berdasarkan kunjungan ke daerah-daerah, lembaga-lembaga islam atau ormas Islam mereka berada pada pikiran yang sama untuk mendukung AMIN. Saya berharap ini akan menjadi kenyataan pada Pilpres Februari 2024 nanti," kata Din, yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang mana Anies Baswedan menjadi anggota penasihatnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement