Jumat 03 Nov 2023 19:19 WIB

Mahasiswa UMM Garap Inovasi Permudah Ekspor Produk Lokal

Saat ini ekspor menjadi peluang untuk membuka pasar baru di luar negeri.

Aktivitas ekspor impor (ilustrasi).
Foto: bea cukai
Aktivitas ekspor impor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Aprilisfiya Handayani dan Jovanka Ferico Firdauzi berhasil mengembangkan aplikasi bernama Easy Ekspor. Ide aplikasi berhasil menempatkan mereka menjadi juara harapan satu pada lomba Essay Nasional di Universitas Negeri Gorontalo tentang Aktualisasi Peran Generasi Muda Untuk Indonesia di Era 5.0.

Perwakilan tim, Aprilisfiya Handayani menyatakan, saat ini ekspor menjadi peluang untuk membuka pasar baru di luar negeri. Dengan begitu, produk dapat dikenal secara luas, tidak terbatas di negara sendiri saja.  

Baca Juga

Di Indonesia sendiri, kata dia, ekspor masih didominasi oleh produk dari perusahaan besar, yakni sekitar 86 persen. Sementara itu, produk UMKM hanya mencapai besaran 14 persen. "Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang ekspor," kata perempuan disapa Prilis ini. 

Easy ekspor sendiri merupakan aplikasi yang akan terintegrasi dengan IoT (teknologi yang mampu berkirim data tanpa bantuan komputer dan manusia). Inovasi ini didesain khusus untuk eksportir agar lebih mudah mengekspor produk lokal Indonesia.  Mereka yang akan terlibat dalam aplikasi nantinya adalah pelaku usaha, pembeli logistik dan pemerintah. 

 

Ada beberapa keuntungan ketika menggunakan aplikasi tersebut. Keuntungan pertama, yakni optimalisasi proses di mana pelaku usaha akan mendapatkan kemudahan dalam tahapan proses ekspor. Hal ini dimulai dari dokumentasi hingga pelacakan pengiriman. 

Keuntungan kedua, yaitu peningkatan efesiensi waktu pada proses ekspor. Selanjutnya, dapat ekspansi pasar di mana eksportir dapat mengidentifikasi peluang pasar baru dengan adanya fitur analitik yang ditawarkan pada ide aplikasi ini.

Dalam prototipe aplikasi ini nantinya akan terdapat tiga fitur utama. "Yaitu pelacakan secara real time, manajemen dokumen dan pelaporan data yang salah satu fungsinya yakni analisis data yang membantu pengguna mengambil keputusan yang tepat,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima Republika.

Prilis mengatakan, dalam penggunaannya, pengguna harus mendaftarkan perusahaan terlebih dahulu pada tahap registrasi yang ada di dalam aplikasi. Selanjutnya, melakukan konfigurasi, lalu mulai ekspor dengan mengunggah detail produk, persyaratan ekspor dan sebagainya.

Di dalam aplikasi ini juga nantinya ada enam fitur yang terdapat di beranda aplikasi seperti library ekspor yang berisi tips ekspor maupun seminar di dunia ekspor. Lalu ada buyer resmi, menyediakan buyer resmi dari seluruh dunia. Kemudian ada export communication forum yang menjadi wadah berbagi antara eksportir pemula dan pakar.  

Selanjutnya, ada logistik di mana pada fitur ini  terdapat jalur yang akan dipakai dalam pengiriman seperti jalur darat, laut maupun udara. Kemudian terdapat gudang untuk persinggahan barang. 

Fitur berikutnya yang tak kalah penting dan menarik adalah legalisasi, yang memuat template dokumen. Terakhir ada market intelegent yang memberikan notifikasi dan terintegrasi terkait ceruk pasar sesuai dengan komoditas yang diinginkan. 

Selanjutnya, tim akan berkolaborasi dengan teman-teman di bidang IT untuk pengembangan ide kami. "Harapannya, aplikasi ini mampu mengoptimalkan bisnis UMKM yang ada di Indonesia,” ucapnya dalam pesan resmi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement