Jumat 03 Nov 2023 16:12 WIB

Fahri Hamzah: Gibran Jadi 'Kartu Truf' yang Dahsyat di Pilpres 2024

Politikus Fahri Hamzah sebut Gibran menjadi kartu truf yang dahsyat di Pilpres 2024.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka. Politikus Fahri Hamzah sebut Gibran menjadi kartu truf yang dahsyat di Pemilu 2024.
Foto: RepublikaAlfian Choir
Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka. Politikus Fahri Hamzah sebut Gibran menjadi kartu truf yang dahsyat di Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengatakan bahwa Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka adalah pasangan yang ideal, dibandingkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar. Karenanya, ia optimistis jika pasangan tersebut dapat memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dalam satu putaran.

"Sekarang ini kita sadar ada di tengah, dagangan kita, dagangan yang paling ideal, yang penting tarinya dibikin anggun. Insya Allah semua ke kita, jadi logika kita bisa menang satu putaran itu sangat mungkin, karena memang kita adalah kandidat yang sangat indah," ujar Fahri dalam diskusi daring, Kamis (2/11/2023).

Baca Juga

Menurutnya, kandidat lain akan sulit menarik suara dari kelompok usia muda, yang jumlahnya mencapai 60 persen itu. Meskipun Ganjar-Mahfud ataupun Anies-Muhaimin sudah berbicara masalah milenial dan pemuda hingga berbusa-busa.

"Orang boleh ngomong soal milenial dan pemuda, tapi begitu Gibran tampil, lewat semua itu orang. Mereka terlalu terpesonafikasi terhadap calon kita, karena tidak ada seperti calon kita. Itu yang membuat orang sakit perut, apa boleh buat, salah sendiri kan," ujar Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR itu menilai, saat ini banyak pihak yang naik pitam terhadap pencalonan Gibran pada Pilpres 2024. Terutama dari partai tertentu, karena Wali Kota Solo itu dianggap sebagai figur yang penting di internalnya.

Pihak yang marah itu, justru saat ini merasa berseberangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka juga dinilainya terus mendorong kampanye hitam dan narasi kritis terhadap pribadi Jokowi dengan mengangkat isu politik dinasti.

"Politik tak relevan di Indonesia yang menganut sistem demokrasi. Dalam demokrasi, doktrinnya adalah mustahil dalam demokrasi ini satu orang mengontrol semua permainan," ujar Fahri.

Ia menilai kemarahan pihak tertentu itu merupakan fakta politik yang harus dihadapi jelang kontestasi nasional. Kendati demikian, ia optimistis Prabowo-Gibran bisa melalui situasi politik saat ini dan memenangkan Pilpres 2024.

"Begitu Mas Gibran muncul sebagai kartu yang signifikan dahsyat, akibatnya banyak orang marah. Tapi bahwa Prabowo-Gibran adalah simbolisasi dari idealnya kepemimpinan yang akan datang," ujar Fahri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement