Selasa 31 Oct 2023 23:49 WIB

DPD RI Kecam dan Kutuk Agresi Israel Terhadap Palestina

Agresi Israel tidak sesuai UUD 1945 di mana Indonesia negara yang dukung kemerdekaan.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Tentara Ziones Israel menembakkan howitzer 155 mm di lokasi yang dirahasiakan dekat perbatasan dengan Gaza, Israel selatan, Selasa (31/10/2023).
Foto: EPA-EFE/HANNIBAL HANSCHKE
Tentara Ziones Israel menembakkan howitzer 155 mm di lokasi yang dirahasiakan dekat perbatasan dengan Gaza, Israel selatan, Selasa (31/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPD RI mengecam dan mengutuk tindakan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Anggota DPD RI, Muhammad Gazali meminta, Indonesia memperkuat upaya-upaya dalam menghentikan agresi Israel itu.

Ia mengingatkan, agresi Israel telah menelan lebih dari 8.000 korban jiwa rakyat Palestina. Karenanya, seluruh anggota DPD RI mengutuk dan mengecam apa yang dilakukan Israel, dan agresi harus segera dihentikan.

Apalagi, ia menegaskan, agresi Israel tidak sesuai Pembukaan UUD 1945 yang memposisikan Indonesia sebagai negara yang menghargai kemerdekaan dan mengutuk penjajahan. Karenanya, ini menjadi isu yang sangat penting.

"DPD RI duduk tegak, bergandengan tangan dengan rakyat Palestina, serta mengecam dan mengutuk apa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina," kata Gazali lewat rilis yang diterima Republika, Selasa (31/10).

Ia mengingatkan, Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Karenanya, seluruh yang dirasakan dan diderita oleh rakyat Palestina harus menjadi derita bangsa Indonesia.

Bagi Gazali, orang Indonesia tidak peduli apapun latar belakang agama, harus mendukung kemerdekaan Palestina. Sebab, konstitusi Indonesia mengarahkan kita harus mendukung orang yang dijajah dan membelanya.

"Membuatnya agar mereka bisa mendapatkan kemerdekaan," ujar Gazali.

Sebelumnya, konflik kembali memanas antara kelompok militan Hamas dan Israel. Anehnya, Israel menargetkan serangan kepada masyarakat sipil Palestina, bahkan menargetkan rumah sakit, sekolah dan rumah ibadah.

Bahkan, per 31 Oktober 2023, Israel dikabarkan telah memperluas target serangan sampai ke bagian utara Jalur Gaza. Perang yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 itu telah menewaskan lebih dari 8.000 rakyat Palestina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement