Ahad 29 Oct 2023 19:58 WIB

Pemprov Bali Distribusikan Air Bersih ke 117 Dusun Terdampak Kemarau

Total telah didistribusikan 782.900 liter air bersih dengan menyasar 1.499 KK.

Ilustrasi bantuan air bersih. Pemprov Bali mendistribusikan 782.900 liter air bersih ke 117 dusun yang terdampak kesulitan air bersih sepanjang musim kemarau.
Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Ilustrasi bantuan air bersih. Pemprov Bali mendistribusikan 782.900 liter air bersih ke 117 dusun yang terdampak kesulitan air bersih sepanjang musim kemarau.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendistribusikan 782.900 liter air bersih ke 117 dusun yang terdampak kesulitan air bersih sepanjang musim kemarau. Pendistribusian air bersih tersebar di empat kabupaten di Bali, terutama 117 dusun di 19 desa/kelurahan dan 12 kecamatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin saat melaporkan tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan di Denpasar, Ahad (29/10/2023).

Baca Juga

“Distribusi air bersih dilakukan di Kabupaten Jembrana, Buleleng, Bangli dan Karangasem. Sampai saat ini, total telah didistribusikan sebanyak 782.900 liter air bersih dengan menyasar 1.499 KK,” kata Rentin.

Secara rinci, Pemprov Bali menyalurkan 106 ribu liter air bersih Kabupaten Karangasem tepatnya ke Kecamatan Kubu, Kecamatan Karangasem dan Kecamatan Abang, lalu untuk Kabupaten Buleleng 160 ribu liter ke Kecamatan Sawan, Banjar, Tejakula dan Sukasada.

“Untuk Kabupaten Bangli sejumlah 160 ribu liter ke Kecamatan Kintamani dan untuk Kabupaten Jembrana 356,9 ribu liter untuk Kecamatan Jembrana, Mendoyo dan Negara,” sebut Kalaksa BPBD Bali.

Selain di tingkat provinsi, BPBD Buleleng juga mendistribusikan air bersih sebanyak 15 ribu liter untuk Banjar Dinas Corot di Kecamatan Banjar, begitu pula BPBD Jembrana melakukan pendistribusian 5.000 liter di Desa Yehembang Kauh, Mendoyo.

“Ditambah pemasangan 2 buah tandon air berkapasitas 2.000 liter dan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter di Banjar Munduk Tumpeng Kelod serta bersama PMI Jembrana sebanyak 5.000 liter di Desa Berangbang dan Desa Pendem untuk KK terdampak kekeringan,” kata Rentin.

Di samping bantuan terhadap air bersih, Rentin turut melaporkan tindakan yang telah dilakukan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan serta tempat pembuangan akhir (TPA).

Di TPA Suwung, Denpasar, upaya pemadaman masih berlanjut selama lebih dari dua pekan, di mana saat ini fokus mereka di sisi barat dan timur (zona II dan III) dibantu pengerahan alat berat untuk pembuatan jalan sehingga mobil damkar bisa melalui tumpukan sampah.

“Pembuatan akses jalan pintas dengan menggunakan alat berat agar dapat dilalui oleh mobil damkar menuju zona III. Total luas TPA Suwung 32,48 hektare dan yang masih dalam penanganan kurang lebih 2,8 hektare,” sebutnya.

Sementara untuk TPA Mandung, Tabanan, saat ini telah masuk ke tahap pendinginan, dan di TPA Temesi serta Jungutbatu api berhasil dipadamkan.

Untuk kebakaran hutan, BPBD Bali mendapat laporan terlihat titik kebakaran di Bukit Munduk Mendeha, Kabupaten Buleleng di areal seluas 4 hektar, saat ini petugas masih berusaha menuju lokasi yang cukup sulit karena harus mendaki.

Dalam upaya meminimalisir dampak dari bencana di musim kemarau ini, Pemprov Bali membagikan masker kepada masyarakat sekitar lokasi kebakaran dengan jumlah mencapai 62 ribu lembar sejauh ini.

Pemerintah juga sudah menyerahkan bantuan peralatan dari BNPB ke kabupaten/kota, diantaranya 24 unit toren air, 30 set pompa jinjing, 40 set tenda 4x4 meter, juga akan diserahkan 100 unit selang pompa ketika sudah sampai Bali.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement