Ahad 29 Oct 2023 07:38 WIB

Puluhan Rumah di Puncak Bogor Rusak Diterjang Angin Kencang

Kerusakan paling banyak terjadi di bagian atap akibat angin kencang.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus raharjo
Foto udara rumah yang rusak akibat angin kencang dan tertimpa pohon. (Ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Foto udara rumah yang rusak akibat angin kencang dan tertimpa pohon. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Angin kencang melanda Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pada Sabtu (28/10/2023) siang. Akibatnya, puluhan rumah yang dihuni hampir 100 warga terdampak dan mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyebutkan angin kencang itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Setidaknya ada dua RT/RW terdampak usai angin kencang ini.

Baca Juga

“Kami terima laporan sekitar pukul 13.30 WIB. Disebabkan angin kencang diwilayah tersebut, yang berdampak kerusakan pada beberapa atap rumah warga,” kata Ade, Ahad (29/10/2023) dini hari.

Lebih lanjut, Ade menyebutkan, dari hasil kaji cepat sementara secara keseluruhan ada 22 unit rumah terdampak. Puluhan unit rumah tersebut dihuni oleh 25 kepala keluarga (KK) dengan 97 jiwa.

 

Ia mengatakan, di Kampung Gunung Mas RT 01/ RW 002, terdapat 10 rumah terdampak. Dengan rincian enam unit rumah rusak ringan dan empat unit rumah rusak sedang.

Sementara itu, sambung Ade, di Kampung Gunung Mas RT 01/ RW 003, ada 12 rumah terdampak angin kencang. Di mana sembilan rumah di antaranya mengalami rusak ringan, dan tiga di antaranya mengalami rusak sedang.

“Kerusakan rata-rata pada bagian atap dampak angin kencang. Kondisi rumah warga yang terdampak masih bisa ditempati oleh pemilik dan sedang dalam perbaikan mandiri. Warga dibantu pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Gunung Mas,” tegas Ade.

Setelah berkoordinasi dengan aparatur setempat, Ade mengatakan, Tim Rescue Cepat (TRC) BPBD melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan. Usai melakukan kaji cepat dan analisa di lokasi bencana, TRC BPBD Kabupaten Bogor juga memberikan edukasi kebencanaan dan imbauan ke warga sekitar.

“Diperkirakan dari hasil analisa anggota di lapangan masih dibutuhkan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, dikhawatirkan kerusakan bertambah,” ujar Ade.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement